RIO DE JANEIRO, Bhayangkara101.co.id — Indonesia memperkuat upaya perlindungan anak melalui partisipasi dalam High-Level Conference on Preventing and Responding to Violence Against Children and Adolescents in the Context of Organized Crime yang diselenggarakan di Rio de Janeiro pada 23–24/3. Konferensi ini digelar oleh United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) bekerja sama dengan Kementerian Kehakiman dan Keamanan Publik Brasil.
Dalam kesempatan tersebut, Duta Besar RI di Rio de Janeiro, Andhika Chrisnayudhanto, menyampaikan perspektif Indonesia dalam kerangka Justice for Children and Adolescents: Protection, Rehabilitation and Reintegration.
Ia menegaskan bahwa Indonesia terus memperkuat langkah melawan perekrutan dan eksploitasi anak oleh kelompok kriminal bersenjata maupun kejahatan terorganisir, termasuk terorisme. Berangkat dari tragedi Surabaya 2018, Indonesia telah mengubah pendekatan dari yang sebelumnya sektoral dan represif menjadi strategi yang berbasis perlindungan anak, berorientasi hak, serta fokus pada rehabilitasi dan reintegrasi.
Melalui kemitraan dengan UNODC, Indonesia juga terus memperkuat kerangka kebijakan dan kapasitas nasional, termasuk menyelenggarakan pelatihan bagi lebih dari 400 pemangku kepentingan lintas sektor. Upaya ini diperluas hingga tingkat komunitas dengan melibatkan 17 sekolah, 46 konselor, serta menjangkau lebih dari 15.000 anak dan 150.000 individu melalui kampanye #AmbilAndil.
Indonesia juga berperan aktif di tingkat regional dan global, antara lain melalui Bali Call for Action dan berbagai resolusi PBB yang menegaskan pentingnya perlindungan, pencegahan, serta rehabilitasi anak. Komitmen ini menunjukkan bahwa keamanan dan pemenuhan hak anak harus berjalan beriringan.
Sejumlah pembicara internasional turut hadir, di antaranya Marta Machado, Talal Dakalbab, dan Abba Ali Yarima Mustapha, yang membahas berbagai strategi global dalam menangani kekerasan terhadap anak dalam konteks kejahatan terorganisir.
Indonesia dan Brasil memiliki peluang strategis untuk memperkuat kolaborasi transformatif dalam perlindungan anak, melalui pertukaran praktik baik, penguatan kapasitas, serta kemitraan yang berorientasi pada dampak berkelanjutan di tingkat regional maupun global.
(MB101 – Biro SDM Kemlu/KBRI Rio de Janeiro)













