JAKARTA, Bhayangkara101.co.id – Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat dukungan sarana pengairan melalui irigasi perpompaan untuk menjaga ketersediaan air dan keberlanjutan produksi perkebunan di tengah kondisi musim kemarau.
Penguatan irigasi pompa menjadi salah satu langkah mitigasi Kementan untuk mengantisipasi dampak kekeringan terhadap tanaman perkebunan. Dukungan tersebut diarahkan untuk memastikan kebutuhan air tanaman tetap terpenuhi sehingga kegiatan budidaya dan produktivitas kebun dapat terus berjalan.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa antisipasi kekeringan harus dilakukan sejak dini dengan memastikan ketersediaan air di wilayah yang berpotensi terdampak.
“Kita harus bergerak lebih cepat sebelum kekeringan berdampak terhadap produksi. Seluruh jajaran Kementan bersama pemerintah daerah dan stakeholder lain terus melakukan mitigasi agar produksi tetap terjaga,” kata Mentan Amran.
Sejalan dengan arahan tersebut, Kementan melalui Direktorat Jenderal Perkebunan terus memperkuat sarana pengairan, termasuk dukungan irigasi perpompaan bagi wilayah perkebunan yang menghadapi keterbatasan sumber air.
Plt. Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Heru Tri Widarto, mengatakan pemerintah telah menyalurkan dukungan irigasi perpompaan dalam jumlah besar sebagai bagian dari langkah mitigasi menghadapi kondisi kering.
“Kalau dari sisi perpompaan kami kan sudah ada bantuan yang cukup masif. Termasuk untuk tanaman perkebunan ada irigasi perpompaan sekitar seribu unit,” ujar Heru dalam konferensi pers perkembangan penanganan bencana di Gedung Graha BNPB, Jakarta, Selasa (15/9/2026) lalu.
Menurut Heru, keberadaan pompa menjadi penting untuk membantu menyediakan sumber air bagi tanaman ketika ketersediaan air alami mulai terbatas. Dengan dukungan sarana tersebut, pekebun diharapkan tetap dapat menjalankan kegiatan budidaya sekaligus menjaga produktivitas tanaman di tengah dinamika iklim.
Selain dukungan irigasi perpompaan untuk tanaman perkebunan, Kementan juga telah menyalurkan fasilitas sarana kebakaran lahan perkebunan berupa sekitar 545 unit pompa sepanjang 2022–2024.
Bantuan tersebut disalurkan ke sejumlah provinsi yang memiliki wilayah perkebunan dan menghadapi risiko kebakaran lahan, meliputi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Nusa Tenggara Barat, Sumatera Utara, dan Kalimantan Barat.
Penguatan sarana pompa tersebut tidak hanya mendukung ketersediaan air untuk kegiatan budidaya, tetapi juga memperkuat kesiapsiagaan di lapangan dalam menghadapi risiko kebakaran lahan perkebunan.
Dukungan sarana menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat kemampuan daerah dan pekebun dalam menghadapi kondisi iklim yang dinamis.
Di sisi lain, Kementan terus melakukan pemantauan kondisi lapangan dan memperkuat koordinasi lintas sektor untuk memastikan langkah mitigasi dapat disesuaikan dengan karakteristik masing-masing wilayah.
“Antisipasi kita lakukan, kita menghubungi teman-teman berwenang termasuk BNPB untuk melakukan modifikasi cuaca,” kata Heru.
Penguatan pengairan melalui irigasi pompa menjadi bagian dari strategi Kementan dalam menjaga keberlanjutan produksi perkebunan. Dengan memastikan ketersediaan air dan memperkuat kesiapsiagaan di lapangan, pemerintah berupaya menjaga tanaman tetap produktif sekaligus melindungi keberlanjutan usaha dan aktivitas ekonomi pekebun di tengah tantangan perubahan iklim.
(MB101 – Humas Kementan)
Ringkasan Berita
- Kementan memperkuat irigasi perpompaan untuk menjaga ketersediaan air bagi tanaman perkebunan di tengah musim kemarau.
- Sekitar 1.000 unit irigasi perpompaan telah mendapat dukungan untuk tanaman perkebunan.
- Kementan juga menyalurkan sekitar 545 unit pompa untuk sarana kebakaran lahan perkebunan sepanjang 2022–2024.
- Bantuan pompa disalurkan ke sejumlah provinsi yang memiliki wilayah perkebunan dan menghadapi risiko kebakaran lahan.
- Kementan memperkuat koordinasi lintas sektor dan mitigasi kekeringan, termasuk dengan BNPB untuk pelaksanaan modifikasi cuaca.







