by

Wamenkeu Juda: Fiskal Indonesia Tetap Terjaga, Pemerintah Perkuat Likuiditas Perbankan hingga Akhir 2026

JAKARTA, Bhayangkara101.co.id – Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung menyampaikan dua poin penting dalam konferensi pers terkait penguatan fiskal dan moneter, yakni kondisi fiskal Indonesia yang tetap terjaga serta langkah pemerintah memperkuat likuiditas perbankan guna mendukung pertumbuhan kredit. Pernyataan tersebut disampaikan di Jakarta, Senin (29/06/2026).

Menurut Wamenkeu, kondisi fiskal Indonesia hingga pertengahan tahun ini masih berada dalam posisi yang baik. Sejumlah indikator menunjukkan kinerja yang solid, baik dari sisi penerimaan negara, belanja negara, maupun defisit anggaran.

“Defisit hingga bulan Mei kemarin 0,7% dan diperkirakan sampai dengan akhir tahun juga masih di bawah 3%, jadi masih sangat terjaga. Pajak juga tumbuh dengan baik 19,1% dan juga dari sisi belanja juga masih di atas 30%,” ungkap Wamenkeu di DPR pada Senin (29/06).

Sementara itu, terkait upaya menjaga likuiditas perbankan, Wamenkeu Juda menjelaskan bahwa hasil koordinasi antara anggota Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK), termasuk Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan, memutuskan untuk mengembalikan sekaligus memperpanjang penempatan dana di perbankan sebesar Rp281 triliun yang telah disalurkan sebelumnya.

Masa penempatan dana tersebut diperpanjang hingga akhir Desember 2026 sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendukung penyaluran kredit.

Selain itu, pemerintah juga akan menyiapkan dana cadangan sebesar Rp100 triliun apabila diperlukan untuk menjaga likuiditas perbankan. Berdasarkan data hingga Mei 2026, pertumbuhan kredit diperkirakan mencapai 11,5 persen, yang menunjukkan permintaan kredit masih cukup tinggi.

“Karena informasi dari perbankan permintaan kredit itu masih cukup tinggi tetapi likuiditas perlu dijaga agar bank bisa menyalurkan pertumbuhan kredit. Diperkirakan kemarin di bulan Mei, kredit tumbuh 11,5%. Kami harapkan pertumbuhan kredit juga masih double digit di dalam bulan-bulan ke depan,” pungkas Wamenkeu Juda.

(MB101 – Biro KLI)

Ringkasan Berita

Wamenkeu Juda Agung menegaskan kondisi fiskal Indonesia hingga pertengahan 2026 tetap terjaga dengan defisit Mei sebesar 0,7 persen dan diproyeksikan tetap di bawah 3 persen hingga akhir tahun.

Penerimaan pajak tumbuh 19,1 persen, sementara realisasi belanja negara telah melampaui 30 persen.

Pemerintah memperpanjang penempatan dana di perbankan sebesar Rp281 triliun hingga akhir Desember 2026 untuk menjaga likuiditas.

Pemerintah juga menyiapkan dana cadangan Rp100 triliun apabila diperlukan guna mendukung penyaluran kredit perbankan.

Pertumbuhan kredit pada Mei 2026 diperkirakan mencapai 11,5 persen dan diharapkan tetap tumbuh dua digit pada bulan-bulan berikutnya.