JAKARTA, Bhayangkara101.co.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke salah satu perusahaan baja asal Tiongkok yang beroperasi di kawasan Pulogadung, Jakarta, Kamis (25/6/2026). Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat pengawasan kepatuhan perpajakan sekaligus menjaga iklim persaingan usaha yang sehat di industri nasional.
Dalam sidak tersebut, Menkeu menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan seluruh pelaku usaha menjalankan kegiatan bisnis secara adil, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pengawasan dilakukan guna menciptakan level playing field yang setara bagi seluruh pelaku industri.
“Kami ingin memastikan bahwa seluruh perusahaan yang beroperasi di Indonesia menjalankan kegiatan usahanya sesuai dengan peraturan yang berlaku. Tujuan kami bukan untuk menghambat atau mematikan usaha, melainkan memastikan terciptanya persaingan yang sehat dan adil bagi seluruh pelaku industri,” ujar Menkeu Purbaya.
Sidak dilakukan setelah terdapat indikasi awal yang menunjukkan kemungkinan adanya ketidaksesuaian antara skala kegiatan usaha perusahaan dengan kewajiban perpajakan yang dilaporkan. Berdasarkan data yang dimiliki pemerintah, terdapat dugaan bahwa nilai pajak yang dibayarkan belum sepenuhnya mencerminkan besarnya aktivitas bisnis yang dijalankan perusahaan.
Untuk menindaklanjuti temuan tersebut, pemerintah meminta perusahaan menyerahkan dokumen dan data pendukung guna dilakukan verifikasi lebih lanjut. Menkeu menegaskan bahwa proses yang berlangsung saat ini masih berada pada tahap klarifikasi dan belum sampai pada kesimpulan adanya pelanggaran.
“Kami meminta perusahaan untuk menunjukkan dokumen-dokumen yang relevan agar seluruh proses dapat dilakukan secara terbuka dan berdasarkan fakta. Dengan demikian, kita dapat melihat secara adil bagaimana praktik bisnis yang dijalankan,” kata Menkeu.
Dalam kesempatan tersebut, pihak manajemen perusahaan menyampaikan bahwa seluruh kegiatan usaha telah dijalankan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Indonesia. Manajemen perusahaan juga menyatakan komitmennya untuk bekerja sama dengan pemerintah dalam proses klarifikasi yang sedang berlangsung.
Menkeu Purbaya menyambut baik sikap kooperatif tersebut dan meminta jajaran otoritas perpajakan untuk mempercepat proses pengumpulan serta analisis data agar hasil verifikasi dapat segera memberikan kepastian bagi seluruh pihak.
Lebih lanjut, pemerintah juga akan melakukan langkah serupa terhadap sejumlah perusahaan lain berdasarkan hasil pemantauan dan data yang telah dihimpun. Upaya tersebut merupakan bagian dari strategi untuk memperkuat kepatuhan perpajakan sekaligus menjaga persaingan usaha yang sehat di berbagai sektor industri.
“Pemerintah ingin memastikan bahwa setiap perusahaan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang. Karena itu, seluruh pelaku usaha harus menjalankan kewajibannya secara adil dan sesuai aturan. Dengan begitu, industri nasional dapat tumbuh secara sehat dan berkelanjutan,” pungkas Menkeu Purbaya.
(MB101 – Biro KLI)
Ringkasan Berita
• Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa melakukan sidak ke perusahaan baja asal Tiongkok di kawasan Pulogadung, Jakarta, pada 25 Juni 2026.
• Sidak dilakukan untuk memperkuat pengawasan kepatuhan perpajakan dan menjaga persaingan usaha yang sehat di sektor industri.
• Pemerintah menemukan indikasi awal adanya kemungkinan ketidaksesuaian antara skala usaha perusahaan dan kewajiban perpajakan yang dilaporkan.
• Proses yang berjalan saat ini masih berada pada tahap klarifikasi dan verifikasi data, serta belum menyimpulkan adanya pelanggaran.
• Pemerintah berkomitmen melakukan pengawasan serupa terhadap perusahaan lain guna menciptakan iklim usaha yang adil, sehat, dan berkelanjutan.













