NAGASAKI, Bhayangkara101.co.id – KRI Bima Suci yang membawa Satuan Latihan (Satlat) Kartika Jala Krida (KJK) 2026 melanjutkan pelayaran Muhibah Diplomasi Duta Bangsa setelah menyelesaikan rangkaian kegiatan diplomasi, pendidikan, dan budaya di Nagasaki.
Keberangkatan KRI Bima Suci dari Dermaga Dejima Pier, Nagasaki, Minggu (21/6/2026), dilepas secara resmi oleh Atase Pertahanan Republik Indonesia di Tokyo Laksamana Pertama TNI Hidayaturrahman, Kepala Dinas Psikologi Angkatan Laut (Kadispsial) Laksamana Pertama TNI Wisnu Agung Priyambodo, serta perwakilan Japan Maritime Self-Defense Force (JMSDF) Capt. (N) Tadatoshi Aoshima selaku Director Provincial Cooperation Office.
Pelepasan KRI Bima Suci berlangsung dalam suasana hangat dan penuh persahabatan yang mencerminkan eratnya hubungan bilateral Indonesia dan Jepang. Kehadiran pejabat TNI dan JMSDF dalam kegiatan tersebut menjadi simbol komitmen kedua negara dalam mempererat kerja sama di bidang maritim, pendidikan, dan pertukaran budaya.
Selama melaksanakan kunjungan di Nagasaki, Satlat KJK 2026 menggelar berbagai kegiatan diplomasi dan pembinaan kerja sama internasional, di antaranya courtesy call kepada pejabat pemerintahan dan militer Jepang, open ship bagi masyarakat setempat, pertunjukan budaya oleh Genderang Suling Gita Jala Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) Angkatan ke-73, serta kunjungan ke sejumlah objek bersejarah dan institusi pendidikan.
Berbagai kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat dan pemerintah setempat. Penampilan Genderang Suling Gita Jala Taruna AAL menjadi salah satu daya tarik yang berhasil memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat Jepang sekaligus memperkuat peran diplomasi budaya dalam mendukung hubungan persahabatan kedua negara.
Komandan KRI Bima Suci Letkol Laut (P) Sugeng Hariyanto, S.E., M.Tr.Opsla., menyampaikan bahwa kunjungan ke Nagasaki merupakan bagian penting dari pelayaran Muhibah Diplomasi Duta Bangsa yang tidak hanya bertujuan mempererat hubungan persahabatan antarnegara, tetapi juga memberikan pengalaman internasional yang berharga bagi para Taruna AAL sebagai calon pemimpin TNI Angkatan Laut di masa depan.
Usai melaksanakan rangkaian kegiatan di Nagasaki, KRI Bima Suci melanjutkan pelayaran menuju etape berikutnya, yakni Manila, Filipina. Kapal latih kebanggaan TNI Angkatan Laut tersebut dijadwalkan tiba dan sandar di Manila pada 2 Juli 2026 untuk melaksanakan berbagai kegiatan diplomasi, pendidikan, dan budaya sebagai bagian dari pelayaran Muhibah Diplomasi Duta Bangsa Satlat Kartika Jala Krida (KJK) 2026.
Kunjungan tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat hubungan persahabatan dan kerja sama maritim antara Indonesia dan Filipina, sekaligus memperluas wawasan internasional para Taruna Akademi Angkatan Laut.
Pada kesempatan terpisah, KASAL Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menegaskan bahwa pelayaran Muhibah Diplomasi Duta Bangsa yang dilaksanakan KRI Bima Suci merupakan implementasi nyata peran TNI Angkatan Laut dalam mendukung diplomasi maritim Indonesia, memperkuat hubungan persahabatan dengan negara-negara sahabat, serta memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional.
(MB101 – Dispenal)
Ringkasan Berita:
- KRI Bima Suci melanjutkan pelayaran Muhibah Diplomasi Duta Bangsa menuju Manila, Filipina.
- Keberangkatan dari Nagasaki dilepas oleh pejabat TNI dan perwakilan JMSDF.
- Satlat KJK 2026 melaksanakan berbagai kegiatan diplomasi, pendidikan, dan budaya selama berada di Jepang.
- Penampilan Genderang Suling Gita Jala Taruna AAL menjadi sarana efektif memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat Jepang.
- KRI Bima Suci dijadwalkan tiba di Manila pada 2 Juli 2026 untuk melanjutkan misi diplomasi maritim Indonesia.
- Pelayaran ini menjadi implementasi peran TNI AL dalam memperkuat diplomasi maritim dan hubungan persahabatan antarnegara.








