by

Kabid Situs Sejarah Petanesia Dewata Lakukan Kunjungan Lintas Agama di Bali

Bali, MB – Acara kunjungan ke situs-situs bersejarah di Bali yang digagas oleh PETANESIA DEWATA berlangsung hari Minggu, (26/12/2021) kemarin.

Kegiatan kunjungan tersebut juga diikuti oleh peserta dari berbagai organisasi kebangsaan dan kebudayaan seperti Lesbumi NU, Forum Peduli NKRI, PGN CAKRA TAKSU Bali, CAMPS (Club Anak Motor Pecinta Sejarah), Padepokan Tirta Kahuripan, Pagar Nusa, Pramuka Tabanan, Nuswantoro.

Kunjungan lintas agama yang dipimpin oleh Ketua Bidang Situs Sejarah PETANESIA DEWATA, Haryo Bagus Sujatmiko dan Mohamad Irwan Rifky dari CAMPS berlangsung di 3 tempat yaitu Makam Raden Ayu Pemecutan, makam Raden Mas Amangkuningrat Pura Ratu Mas di Pantai seseh Mengwi dan berakhir di Cagar Budaya Pura Dalem Solo.

PETANESIA adalah Pencinta Tanah Air Indonesia, yang merupakan sebuah organisasi kemasyarakatan kebangsaan dan telah dideklarasikan oleh Maulana Al Habib Luthfi bin Yahya. Tokoh yang merupakan seorang ulama sepuh kharismatik Nahdlatul Ulama dan dipercaya menjadi Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Menurut Haryo Bagus Sujatmiko, PETANESIA memiliki visi Terwujudnya insan yang berjiwa patriot, cinta tanah air, berkarakter dan toleran dalam kebhinnekaan untuk mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

“Untuk Wilayah Bali, PETANESIA akan mengadakan festival budaya dan pasar rakyat UMKM pada tanggal 11-15 Februari 2022 di Puri Ageng Blahbatu yang akan dibuka secara bebas bagi masyarakat umum.

Adapun puncak acaranya adalah deklarasi Dewan Pimpinan Wilayah di Bali pada tanggal 15 Februari 2022 yang akan datang dan selanjutnya akan disebut juga PETANESIA DEWATA.” Jelas Haryo.

“Di dalam PETANESIA DEWATA ini terdiri dari tokoh agama masyarakat bali lintas agama dan kebudayaan seperti Irjen pol (purn) I Dewa Bagus Made Suharya, Penglisir Puri Ageng Blahbatu Anak Agung Alit Kakarsana, Habib Salim Al Fakih dari Jembrana, Atu Bagus Dwipayana Penglisir Griya Kongco Dwipayana Tanah Kilap, Pendeta Hosea Supriyadi dari Umat Kristen, Anak Agung Alit dari Puri Soka Bangli. Pungkasnya. (*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed