by

MiWi (Mitra Jokowi) Berharap Semua Fokus Pada Masalah Bencana Bukan Masalah Reshuffle.

-TNI Polri-35 views

Bhayangkara101, Jakarta.- Mengenai viralnya isu reshuffle di media, Ketua Pembina MiWi Mas Aryo, bertempat di Jakarta Selasa 7/11/21 dalam wawancaranya kepada awak media mengatakan, “Isu reshuffle tanggal 8 Desember 2021 yang beredar di media, menurut saya mungkin hanya sekedar isu. Saya berharap agar pembantu-pembantu presiden, yaitu para menteri maupun wamen (wakil menteri) untuk tetap fokus pada pekerjaan dalam rangka menuntaskan Pandemi Covid 19 dan kebangkitan ekonomi Indonesia di saat ini. Tanggal 4 Desember 2021 tempo lalu, telah terjadi musibah erupsi Gunung Semeru. Peristiwa ini tidaklah terlihat elok apabila terjadi di tengah reshuffle. Saya juga melihat bahwa para menteri konsisten bekerja keras untuk bangsa dan negara,” tutur Mas Aryo.

Mas Aryo berpendapat bahwa reshuffle adalah hak prerogatif presiden. Ia juga menerangkan bahwa perihal mengenai penilaian kinerja para pembantu presiden, yaitu para menteri maupun wamen tidaklah mungkin dibeberkan ke publik. Orang yang tahu persis adalah Presiden Jokowi.

“Raport-raport para menterinya hanya beliau yang tahu, Jadi sudah selayaknya kita bersabar. Saya meyakini bahwa ada tolak ukur di dalam penilaian pembantu beliau. Penilaian kinerja para menteri akan diukur melalui kemampuannya menjalankan visi dan misi presiden dan negara. Jadi saya pikir hanya beliau yang tahu menteri mana yang layak untuk diganti atau tetap dipertahankan,” jelas Mas Aryo.

“Kita sebagai masyarakat umum sebaiknya membiarkan para menteri sebagai pembantu presiden tetap fokus bekerja untuk bangsa dan negara ini. Supaya masyarakat yang baru terpuruk dari pandemi bisa kembali hidup normal dan ekonomi bangsa ini bisa bangkit, sehingga bencana-bencana seperti ini kedepannya dapat cepat ditangani. Apabila terjadi reshuffle banyak hal yang harus kita pikirkan, banyak pula koordinasi yang membuang waktu. Sekali lagi, perihal reshuffle kita serahkan saja kepada Hak Prerogatif Presiden yaitu Hak Pak Jokowi,” tegas Mas Aryo.

“Terkait hal ini pula, MiWi mengharapkan bahwa posisi juru bicara Presiden segera diisi supaya seluruh informasi yang berasal dari Istana Negara tetap lewat satu pintu, Mari kita fokus pada juru bicara kepresidenan,” tambahnya.

MB101 – W012

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed