NEW YORK, Bhayangkara101.co.id – Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono menegaskan bahwa komitmen pembangunan global harus menghasilkan manfaat konkret bagi negara berkembang, terutama di tengah waktu yang semakin terbatas untuk mencapai Agenda 2030.
Hal tersebut disampaikan Menlu Sugiono dalam High-Level Meeting on the Global Development Initiative (GDI) di sela-sela High-level Week (HLW) Sidang Majelis Umum ke-81 PBB di New York, Amerika Serikat, 25 September 2026.
“Dengan waktu yang semakin terbatas untuk mencapai Agenda 2030, komitmen pembangunan global harus membawa hasil konkret bagi negara berkembang,” tegas Menlu Sugiono.
Menlu RI menekankan bahwa negara berkembang masih menghadapi berbagai tantangan dalam mencapai Agenda 2030 dan Sustainable Development Goals (SDGs).
Saat ini, masih dibutuhkan perluasan akses terhadap pembiayaan pembangunan yang terjangkau, dapat diprediksi, dan berkelanjutan, teknologi, serta peningkatan kapasitas.
Oleh karena itu, diperlukan kemitraan pembangunan yang lebih kuat, efektif, dan berorientasi pada kebutuhan nyata negara berkembang.
Indonesia memandang GDI dapat melengkapi upaya pembangunan nasional dan relevan dengan percepatan pencapaian SDGs, termasuk pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan dan kesehatan, pembangunan infrastruktur berkualitas, transformasi digital, serta peningkatan kapasitas.
Ditekankan pula bahwa kerja sama internasional perlu mendukung penguatan kapasitas produktif, alih teknologi, dan ketahanan jangka panjang, tanpa menambah kerentanan utang negara berkembang.
“Kemitraan pembangunan harus berlandaskan multilateralisme yang inklusif dan efektif, national ownership, transparansi, keberlanjutan, serta penghormatan penuh terhadap prioritas pembangunan masing-masing negara” ujar Menlu Sugiono.
Ke depan, Indonesia akan terus mendorong GDI untuk membangun sinergi yang lebih kuat dengan sistem pembangunan PBB, kerja sama Selatan–Selatan dan triangular, serta berbagai mekanisme pembangunan lain yang relevan.
Indonesia juga mendorong perluasan berbagi pengetahuan, transfer teknologi, dan peningkatan kapasitas untuk mempercepat pencapaian SDGs.
GDI diperkenalkan pada tahun 2021 untuk mendukung percepatan pencapaian SDGs dan Agenda 2030 melalui penguatan kemitraan pembangunan global.
Pertemuan tahun ini, yang menandai lima tahun GDI, menjadi momentum untuk melihat kemajuan kerja sama sekaligus memperkuat aksi kolektif menuju 2030.
(MB101 – Ditjen IDP Kemlu)
Ringkasan Berita
- Menlu Sugiono menegaskan komitmen pembangunan global harus menghasilkan manfaat konkret bagi negara berkembang.
- Negara berkembang masih membutuhkan akses terhadap pembiayaan pembangunan, teknologi, dan peningkatan kapasitas.
- Indonesia mendorong kemitraan pembangunan yang berlandaskan multilateralisme inklusif, transparansi, keberlanjutan, dan national ownership.
- Indonesia akan memperkuat sinergi GDI dengan sistem pembangunan PBB, kerja sama Selatan–Selatan dan triangular, serta mekanisme pembangunan lainnya.
- GDI yang diperkenalkan pada 2021 menjadi salah satu upaya mempercepat pencapaian SDGs dan Agenda 2030.













