BATANG, Bhayangkara101.co.id – Pelaksanaan Akad Massal 62.000 Unit Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Rumah Subsidi dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan senilai Rp880 miliar di Perumahan Puri Delta City Side, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis, 30 Juli 2026, menjadi momentum bagi ribuan masyarakat untuk mewujudkan impian memiliki rumah sekaligus mengembangkan usaha. Di balik kegiatan yang dihadiri Presiden Prabowo Subianto tersebut, tersimpan berbagai kisah inspiratif para penerima manfaat yang merasakan kemudahan akses pembiayaan dan harapan baru bagi masa depan mereka.
Salah satu penerima manfaat, Kudung Slamet, yang bekerja sebagai asisten rumah tangga, mengaku untuk pertama kalinya akan memiliki rumah sendiri setelah sebelumnya tinggal bersama keluarga besarnya. Berkat program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), impiannya kini segera terwujud.
“Senang sekali. Prosesnya itu sangat mudah, enggak butuh lama, mudah sekali, cuma tiga mingguan langsung jadi,” tuturnya.
Menurut Kudung, rumah subsidi yang dipilih memiliki kualitas bangunan yang baik dengan dua kamar tidur, ruang tamu, kamar mandi, serta fasilitas air dan listrik yang telah tersedia. Lingkungan perumahan juga dinilai nyaman untuk dihuni. Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo atas program yang memudahkan masyarakat memiliki hunian dengan harga terjangkau.
“Terima kasih Pak Prabowo karena bantuannya saya bisa memiliki rumah. Terima kasih banyak. Semoga makin banyak rumah-rumah subsidi,” ujarnya.
Kisah serupa datang dari Nilam Cahya Ayu, operator produksi di Kawasan Industri Terpadu Batang. Di usia 20 tahun, ia memutuskan membeli rumah sebagai investasi jangka panjang sekaligus langkah awal membangun kehidupan yang lebih mandiri.
“Prosesnya mudah, cepat. Gampang sih persyaratannya cukup mudah. Mungkin SK kerja, terus KTP, KK,” kata Nilam.
Sebelumnya, Nilam tinggal bersama orang tuanya. Kesempatan memiliki rumah di usia muda menjadi pencapaian yang menurutnya sulit diwujudkan tanpa adanya program pembiayaan yang terjangkau.
“Terima kasih untuk Pak Presiden karena program FLPP saya jadi punya rumah,” ungkapnya.
Bagi Rahma Yuliani, seorang petugas keamanan perempuan, memiliki rumah sebelum menikah merupakan target pribadi yang akhirnya dapat diwujudkan melalui program FLPP. Rahma mengaku tertarik dengan desain rumah yang modern serta lingkungan perumahan yang tertata rapi. Menurutnya, keberadaan taman bermain, penerangan jalan, sistem keamanan, hingga rencana pembangunan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menjadi nilai tambah kawasan tersebut.
“Terima kasih juga untuk Pak Presiden Prabowo karena sudah memberikan program rumah subsidi bagi kita Gen Z – Gen Z atau mungkin yang dengan gaji UMR bisa rumah tersendiri itu adalah privilege,” katanya.
Sementara itu, Nur Suciana, seorang guru taman kanak-kanak, mengatakan program FLPP membantunya mewujudkan impian memiliki rumah sendiri setelah bertahun-tahun tinggal bersama mertua. Ia menjelaskan bahwa cicilan rumah sekitar Rp1,2 juta per bulan masih sesuai dengan kemampuan ekonomi keluarganya. Bersama sang suami, ia tetap dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus membiayai pendidikan kedua anaknya.
“Harapannya semoga ke depannya masih ada seperti ini lagi. Jadi kan membantu kita, bagi kita yang pengen memiliki rumah tapi tidak bisa membeli cash. Semoga Bapak Presiden sehat selalu karena dengan adanya Bapak Prabowo Subianto membantu kami rakyat kecil yang hanya kesehariannya seperti ini,” katanya.
Manfaat program pembiayaan pemerintah juga dirasakan pelaku usaha di sektor perumahan. Muji Marjoko, kontraktor perumahan yang memperoleh pembiayaan melalui KUR Bank Rakyat Indonesia (BRI), mengungkapkan tambahan modal tersebut mampu meningkatkan kapasitas usahanya secara signifikan.
“Jadi kita dulunya waktu mbangun perumahan itu paling maksimal 4 sampai 5 rumah, sekarang ada kredit program perumahan ini kita bisa mbangun lebih dari 10 mungkin sampai 15 dalam satu waktu. Selain itu juga bermanfaat untuk pekerjaan bongkaran perumahan, yang pasti kita sudah ditambah modal untuk kontraktor kita itu sudah sangat amat membantu,” ujarnya.
Muji menjelaskan proses pengajuan KUR berlangsung cepat, hanya sekitar dua hingga tiga hari sejak pengajuan hingga pencairan dana. Menurutnya, tambahan modal tersebut sangat membantu memperluas kapasitas usaha sekaligus mendukung pembangunan lebih banyak rumah bagi masyarakat.
“Kita berterima kasih sekali yang pasti pertama kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang kedua kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto melalui programnya sehingga kita dipermudah,” imbuh Muji.
Beragam kisah para penerima manfaat tersebut menunjukkan bahwa akses pembiayaan perumahan tidak hanya menghadirkan sebuah tempat tinggal, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri. Bagi pekerja, keluarga muda, maupun pelaku usaha, program ini menjadi langkah awal untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik melalui dukungan pembiayaan yang mudah dan terjangkau.
(MB101 – BPMI Setpres)
Ringkasan Berita
- Akad Massal 62.000 Unit KPR Rumah Subsidi dan KUR Perumahan senilai Rp880 miliar menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat di Kabupaten Batang, Jawa Tengah.
- Program FLPP membantu pekerja dan keluarga muda mewujudkan impian memiliki rumah dengan proses yang mudah dan pembiayaan terjangkau.
- Penerima manfaat mengapresiasi program pemerintah yang membuka akses kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan terbatas.
- Pelaku usaha perumahan juga merasakan manfaat KUR, yang meningkatkan kapasitas pembangunan dari 4–5 rumah menjadi lebih dari 10 hingga 15 rumah dalam satu waktu.
- Program pembiayaan perumahan dinilai tidak hanya menyediakan hunian, tetapi juga mendorong kemandirian masyarakat dan pertumbuhan sektor ekonomi.











