by

Wapres Gibran dan DPM Hun Many Bahas Reformasi Birokrasi hingga Penanganan TPPO, Perkuat Kemitraan Indonesia–Kamboja

-Nasional-34 views

JAKARTA, Bhayangkara101.co.id – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menerima kunjungan Deputi Perdana Menteri (DPM) sekaligus Menteri Pelayanan Sipil Kerajaan Kamboja, Hun Many, di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (28/07/2026). Pertemuan tersebut membahas sejumlah agenda strategis dalam hubungan bilateral Indonesia dan Kamboja, meliputi reformasi birokrasi, kepemudaan dan olahraga, serta penanganan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang berkaitan dengan praktik online scam.

Pertemuan ini menjadi bagian dari langkah Pemerintah Indonesia dalam memperkuat kemitraan dengan negara-negara anggota ASEAN melalui kerja sama yang semakin erat dan saling menguntungkan. Langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya memperkokoh solidaritas, dialog, dan kolaborasi antarnegara ASEAN guna menjaga stabilitas sekaligus mendorong kemajuan kawasan.

Wapres Gibran mendorong agar hubungan Indonesia dan Kamboja terus dikembangkan melalui kerja sama yang konkret dan responsif terhadap kebutuhan kedua negara, khususnya dalam penguatan tata kelola pemerintahan dan reformasi birokrasi.

Kerjasama antarkedua negara di bidang reformasi birokrasi tentunya bisa diperdalam lagi, terutama terkait transformasi digital. Reformasi birokrasi menjadi salah satu program prioritas Bapak Presiden,” ujar Wapres.

Karena kami ingin memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat. Kita ingin birokrasi yang lebih gesit, bebas korupsi, dan juga transparan,” tambahnya.

Selain reformasi birokrasi, Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Muhammad Anis Matta mengungkapkan bahwa Wapres Gibran bersama DPM Hun Many juga membahas penguatan kerja sama di bidang kepemudaan dan olahraga. Menurutnya, kerja sama tersebut menjadi salah satu instrumen penting dalam mempererat hubungan antarmasyarakat kedua negara sekaligus mendorong pengembangan potensi generasi muda.

Kemudian yang kedua ada masalah kerja sama dalam bidang kepemudaan dan olahraga,” ujar Anis usai pertemuan.

Salah satu fokus pembahasan di sektor olahraga adalah pengembangan olahraga disabilitas. Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyampaikan bahwa DPM Hun Many memiliki perhatian besar terhadap peningkatan kapasitas atlet disabilitas di Kamboja.

Deputy Prime Minister Hun Many ini sangat konsen dengan olahraga disabilitas,” ujar Erick.

Dalam kesempatan tersebut, Kamboja juga menyampaikan keinginan untuk meningkatkan kapabilitas para atletnya melalui fasilitas olahraga yang telah terbangun di Kota Solo. Fasilitas tersebut dinilai memiliki kualitas yang sangat baik dan berpotensi menjadi sarana kerja sama olahraga antara Indonesia dan Kamboja.

Deputy Prime Minister ingin sekali supaya mereka bisa mendapat kesempatan untuk meningkatkan kapabilitas para atletnya di fasilitas yang ada di Solo yang sudah terbangun. Salah satu terbaik yang ada di Asia Tenggara,” kata Erick.

Agenda lain yang turut dibahas adalah penanganan TPPO yang berkaitan dengan praktik online scam di Kamboja. Isu tersebut menjadi bagian dari kerja sama yang terus diperkuat kedua negara, khususnya dalam memberikan perlindungan kepada warga negara Indonesia.

Pembicaraan yang ketiga, tapi ini pembicaraan yang terus berlanjut mengenai penanganan TPPO yang berhubungan dengan scam ya di Kamboja,” ujar Anis.

Melalui pertemuan ini, Wapres Gibran menegaskan komitmen Indonesia untuk terus memperkuat hubungan dengan Kamboja melalui kerja sama yang konkret, saling menguntungkan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Penguatan reformasi birokrasi, pengembangan kepemudaan dan olahraga, serta perlindungan WNI menjadi bagian dari upaya memperkokoh kemitraan strategis Indonesia–Kamboja sekaligus mempererat kerja sama di kawasan ASEAN.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Duta Besar Kamboja untuk Indonesia Tean Samnang, Sekretaris Negara Kementerian Pelayanan Sipil Kamboja Sok Sabayna, Sektor Swasta Oknha Sam Ang Vattanac, Sekretaris Jenderal Sekretariat Umum Komite Reformasi Administrasi Publik Kamboja Chhun Socheat, Plt. Sekretaris Wapres Al Muktabar, dan Direktur Asia Tenggara Kementerian Luar Negeri Elizani T. X. Nadia Sumampouw.

(MB101 – Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Wakil Presiden)

Ringkasan Berita

  • Wapres Gibran Rakabuming menerima kunjungan DPM Hun Many untuk memperkuat kemitraan strategis Indonesia–Kamboja.
  • Pertemuan membahas reformasi birokrasi, termasuk penguatan transformasi digital sebagai program prioritas pemerintah.
  • Kerja sama kepemudaan dan olahraga, khususnya pengembangan olahraga disabilitas, menjadi salah satu fokus pembahasan.
  • Indonesia dan Kamboja juga memperkuat koordinasi dalam penanganan TPPO yang berkaitan dengan praktik online scam.
  • Penguatan kerja sama bilateral diharapkan semakin mempererat hubungan kedua negara sekaligus mendukung stabilitas dan kemajuan kawasan ASEAN.