JAKARTA, Bhayangkara101.co.id – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) terus memperluas kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna mempercepat pelaksanaan Program 3 Juta Rumah. Salah satu langkah strategis dilakukan melalui pertemuan Menteri PKP Maruarar Sirait dengan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Ade Jona Prasetyo di Wisma Mandiri 2 Lantai 21, Jakarta, Jumat (24/07/2026).
Pertemuan tersebut membahas sinergi antara Kementerian PKP dan HIPMI dalam mempercepat penyediaan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan sebagai instrumen pembiayaan yang mendukung pertumbuhan sektor perumahan nasional.
Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan bahwa KUR Perumahan merupakan kebijakan baru yang berpihak kepada masyarakat dan dirancang untuk memperkuat peran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya kontraktor kecil, pengembang daerah, serta pelaku usaha yang bergerak di sektor perumahan.
Melalui skema tersebut, pelaku usaha memperoleh akses pembiayaan konstruksi yang lebih mudah sehingga mampu meningkatkan kapasitas usaha sekaligus mempercepat pembangunan rumah bagi masyarakat. Kementerian PKP juga mendorong para pengusaha muda yang tergabung dalam HIPMI agar memanfaatkan peluang tersebut secara optimal.
Selain pembangunan rumah subsidi, Menteri PKP membuka peluang yang lebih luas bagi anggota HIPMI untuk berpartisipasi dalam pembangunan rumah susun serta berbagai program strategis di sektor perumahan. Menurutnya, keterlibatan dunia usaha akan memperkuat ekosistem pembangunan perumahan sekaligus menciptakan efek berganda (multiplier effect) terhadap pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan pemberdayaan UMKM di berbagai daerah.
Untuk itu, Kementerian PKP akan melibatkan jejaring HIPMI di seluruh provinsi dalam mendukung implementasi Program 3 Juta Rumah. Sinergi tersebut diharapkan mampu mempercepat pembangunan hunian layak melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, dan masyarakat.
Menteri PKP juga mendorong HIPMI untuk menyusun langkah-langkah strategis agar para pengusaha muda dapat berpartisipasi lebih luas dalam pembangunan rumah subsidi maupun rumah susun, sekaligus memanfaatkan berbagai peluang usaha yang tersedia di sektor perumahan nasional.
Ketua Umum HIPMI Ade Jona Prasetyo menyambut baik ajakan kolaborasi tersebut dan menyatakan kesiapan organisasi yang dipimpinnya untuk mendukung program prioritas pemerintah.
“HIPMI akan berkolaborasi bersama Kementerian PKP terkait rumah subsidi dan KUR Perumahan dalam mendukung program prioritas nasional 3 juta rumah,” ujar Ketua Umum HIPMI Ade Jona Prasetyo.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Sekretaris Jenderal Kementerian PKP Didyk Choiroel, Direktur Pengembangan Kawasan dan Permukiman Anggoro Putro, Sesditjen Kawasan Permukiman Musrifah, serta Staf Khusus Bidang Internal dan Penjadwalan Novelin Silalahi.
Melalui kolaborasi dengan HIPMI, Kementerian PKP optimistis percepatan Program 3 Juta Rumah tidak hanya meningkatkan akses masyarakat terhadap hunian yang layak dan terjangkau, tetapi juga memperkuat peran pengusaha muda sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun sektor perumahan yang produktif, inklusif, dan berkelanjutan.
(MB101 – Biro Komunikasi Publik Kementerian PKP)
Ringkasan Berita
- Kementerian PKP dan HIPMI memperkuat kolaborasi untuk mempercepat pelaksanaan Program 3 Juta Rumah.
- KUR Perumahan didorong sebagai instrumen pembiayaan bagi kontraktor kecil, pengembang daerah, dan pelaku UMKM di sektor perumahan.
- Pengusaha muda HIPMI didorong berpartisipasi dalam pembangunan rumah subsidi, rumah susun, serta program strategis sektor perumahan.
- Jejaring HIPMI di seluruh provinsi akan dilibatkan untuk mendukung percepatan penyediaan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
- Kolaborasi pemerintah dan dunia usaha diharapkan memperkuat ekosistem pembangunan perumahan, menciptakan lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.













