JAKARTA, Bhayangkara101.co.id – Danantara Indonesia menggelar Danantara’s Advanced Materials Industry Dialogue: From Minerals to Manufacturing di Wisma Danantara Indonesia pada 9–10 Juli 2026. Forum yang melibatkan lintas kementerian/lembaga, BUMN, dan akademisi tersebut bertujuan memperkuat sinergi serta kolaborasi antarpemangku kepentingan dalam merumuskan arah pengembangan industri advanced materials yang lebih terintegrasi, berkelanjutan, dan selaras dengan agenda pembangunan nasional.
Forum ini menghadirkan empat pembicara utama, yakni Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Brian Yuliarto, Ph.D., Wakil Kepala BP BUMN Tedi Bharata, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, serta Managing Director Industrialization Danantara Indonesia Ardy Muawin. Para pembicara menekankan pentingnya peran industri material maju dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Dalam sambutannya yang disampaikan melalui video, Chief Executive Officer Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menegaskan bahwa Indonesia harus menjadi pemain yang berdaulat dalam rantai pasok global. Menurutnya, selama ini nilai tambah dari kekayaan mineral Indonesia lebih banyak dinikmati oleh negara lain.
“Sudah saatnya Indonesia naik kelas dalam rantai nilai material maju. Indonesia diberkahi dengan kekayaan mineral yang luar biasa, mulai dari nikel, bauksit, tembaga, timah, hingga rare earth. Bahan-bahan ini menjadi fondasi teknologi masa depan, seperti baterai kendaraan listrik, semikonduktor, pertahanan, dan energi bersih. Namun, selama puluhan tahun kita terlalu sering berhenti di titik ekstraksi: mengekspor bahan mentah, lalu membeli kembali produk jadinya dengan harga yang berkali-kali lipat,” tambah Rosan.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman pengembangan material maju (critical minerals downstreaming) antara PT Mineral Industri Indonesia (Persero), PT LEN Industri (Persero), PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, dan PT Perminas (Persero).
Kerja sama tersebut bertujuan mengoptimalkan supply-offtake mineral kritis dan material maju untuk memenuhi kebutuhan industri strategis dalam negeri, mempercepat terwujudnya industri material maju nasional berskala besar melalui pengembangan teknologi bersama, serta mendorong pertumbuhan ekonomi bernilai tambah tinggi.
Program tersebut akan mendukung berbagai sektor strategis, antara lain mobil dan motor listrik nasional, dirgantara, maritim, komponen dasar, pertahanan, serta ketenagalistrikan.
Chief Technology Officer Danantara Indonesia, Sigit P. Santosa, mengatakan pengembangan industri middle stream material maju harus menjadi bagian dari transformasi industri nasional menuju ekonomi berbasis teknologi, manufaktur bernilai tambah tinggi, serta penguasaan rantai pasok masa depan.
Menurutnya, Indonesia harus mampu menangkap peluang permintaan regional, membangun kapabilitas teknologi, dan bersaing di pasar global guna mencapai skala ekonomi yang berkelanjutan. Oleh karena itu, pengembangan industri material maju perlu diarahkan secara lebih terintegrasi sebagai fondasi untuk memperkuat daya saing industri nasional.
“Kekuatan Indonesia tidak hanya terletak pada ketersediaan mineral, tetapi pada kemampuan kita mengubahnya menjadi ekosistem industri material maju yang menopang baterai, energi bersih, pertahanan, transportasi, dan berbagai teknologi strategis masa depan. Nikel tetap menjadi salah satu keunggulan penting, namun agenda besarnya adalah membangun kapasitas industri yang lebih luas, bernilai tambah tinggi, dan kompetitif secara global,” ujar Sigit.
Selain forum dialog, kegiatan ini juga menghadirkan pameran mineral serta produk material maju beserta aplikasinya yang ditampilkan oleh MIND ID, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, dan DEFEND ID.
Danantara Indonesia menegaskan bahwa industrialisasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan menjadi kebutuhan strategis untuk memperkuat daya saing Indonesia dalam industri masa depan.
(MB101 – Stakeholders Management & Comm.)
Ringkasan Berita
- Danantara Indonesia menggelar Danantara’s Advanced Materials Industry Dialogue untuk memperkuat pengembangan industri advanced materials nasional.
- Penandatanganan nota kesepahaman critical minerals downstreaming dilakukan oleh PT Mineral Industri Indonesia, PT LEN Industri, PT Krakatau Steel, dan PT Perminas.
- Industri material maju diproyeksikan mendukung sektor strategis seperti kendaraan listrik, dirgantara, maritim, pertahanan, dan ketenagalistrikan.
- Danantara menekankan pentingnya meningkatkan nilai tambah mineral nasional agar Indonesia menjadi pemain utama dalam rantai pasok global.
- Industrialisasi berbasis teknologi dan material maju dinilai menjadi fondasi penting untuk memperkuat daya saing dan pertumbuhan ekonomi nasional.









