GORONTALO UTARA, Bhayangkara101.co.id — Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin melaksanakan kunjungan kerja ke Markas Yonif Teritorial Pembangunan 824/MO’E’A (Yonif TP 824) di Kecamatan Sumalata, Kabupaten Gorontalo Utara, Jumat (09/05/2026), guna meninjau kesiapan satuan sekaligus perkembangan pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan tahap pertama sebagai bagian dari strategi pertahanan negara yang terintegrasi dengan pembangunan wilayah dan kesejahteraan masyarakat.
Kunjungan tersebut menegaskan bahwa konsep pertahanan modern Indonesia tidak hanya berfokus pada kekuatan militer, tetapi juga menjadikan prajurit sebagai penggerak pembangunan sosial, ekonomi, dan ketahanan wilayah di daerah strategis kepulauan.
Dalam peninjauan tersebut, Menhan memberikan perhatian khusus kepada Kompi Produksi Yonif TP 824 agar fokus membangun tata kelola peternakan ayam petelur secara profesional, produktif, dan berkelanjutan. Program ini diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan nasional, produktivitas satuan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar.
Menhan menegaskan bahwa satuan teritorial pembangunan harus mampu menjadi motor penguatan wilayah melalui sinergi antara pertahanan dan kesejahteraan rakyat.
Komandan Yonif TP 824/MO’E’A melaporkan bahwa kehadiran satuan telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekitar dalam berbagai sektor strategis, mulai dari ekonomi, keamanan, pendidikan, sosial budaya, hingga kesehatan masyarakat.
Di bidang keamanan, prajurit aktif membantu masyarakat melalui kegiatan siskamling dan penguatan stabilitas lingkungan. Pada sektor pendidikan, personel Yonif terlibat dalam pembinaan wawasan kebangsaan bagi pelajar SD hingga SMA guna memperkuat karakter generasi muda.
Selain itu, prajurit juga berkontribusi dalam bidang sosial budaya melalui pembinaan karakter, kegiatan keagamaan sebagai guru mengaji, serta dukungan pembentukan generasi muda yang berdaya saing.
Pada sektor kesehatan, prajurit menjalankan edukasi pola hidup bersih dan sehat serta kegiatan donor darah sebagai bentuk pengabdian sosial kepada masyarakat sekitar.
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan apresiasi atas berbagai inisiatif tersebut dan menegaskan bahwa Yonif Teritorial Pembangunan merupakan implementasi nyata sistem pertahanan rakyat semesta yang menyatukan kekuatan pertahanan dengan pembangunan nasional berbasis wilayah.
Menurut Menhan, kehadiran Yonif TP 824/MO’E’A harus menjadi simbol prajurit profesional, adaptif, produktif, dan dekat dengan rakyat, khususnya dalam memperkuat kawasan strategis kepulauan Indonesia.
Kehadiran satuan ini diharapkan mampu memperkuat Gorontalo Utara sebagai wilayah strategis yang tidak hanya kokoh dari sisi pertahanan, tetapi juga tumbuh sebagai pusat pembangunan sosial kemasyarakatan yang berkelanjutan.
Kunjungan kerja ini sekaligus menegaskan komitmen Kementerian Pertahanan dalam membangun kekuatan teritorial modern berbasis kesejahteraan masyarakat sebagai bagian penting dari strategi besar pertahanan negara di wilayah kepulauan dan gugusan pulau strategis Indonesia.
(MB101 – Biro Infohan Setjen Kemhan)












