by

ASEAN+3 Perkuat Ketahanan Kawasan Melalui Penguatan Jaring Pengaman Keuangan Regional

SAMARKAND, Bhayangkara101.co.id — Pertemuan ke-29 ASEAN+3 Finance Ministers and Central Bank Governors’ Meeting (AFMGM+3) menegaskan komitmen kuat negara-negara ASEAN+3 untuk memperkuat kerja sama keuangan regional sebagai respons terhadap meningkatnya risiko global, termasuk dampak konflik di Timur Tengah yang berpotensi menekan pertumbuhan ekonomi kawasan. Forum strategis tersebut berlangsung di Samarkand, Uzbekistan, 2–3 Mei 2026.

Dalam pertemuan tersebut, para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral ASEAN+3 mengesahkan Updated Strategic Direction of the ASEAN+3 Finance Process sebagai panduan kolaborasi jangka menengah dan panjang guna meningkatkan efektivitas respons kawasan terhadap dinamika ekonomi global. Langkah ini bertujuan mempererat sinergi antarberbagai inisiatif yang telah berjalan sekaligus membuka pengembangan area kerja sama baru yang lebih adaptif.

Salah satu fokus utama pertemuan adalah dorongan terhadap penguatan Chiang Mai Initiative Multilateralisation (CMIM) sebagai jaring pengaman keuangan regional yang melengkapi Global Financial Safety Net (GFSN). Penguatan CMIM dinilai penting agar kawasan memiliki instrumen yang lebih responsif dan tangguh dalam menghadapi potensi krisis keuangan maupun tekanan eksternal.

Delegasi Indonesia dipimpin Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta yang mewakili Gubernur Bank Indonesia, didampingi Duta Besar Republik Indonesia untuk Uzbekistan merangkap Kyrgyzstan Prof. Siti Ruhaini Dzuhayatin. Dalam forum tersebut, Indonesia menekankan bahwa koordinasi erat kebijakan moneter dan fiskal menjadi kunci utama menjaga stabilitas ekonomi kawasan.

Filianingsih menegaskan bahwa di tengah ketidakpastian global, kawasan membutuhkan kebijakan domestik yang solid serta penguatan kerja sama regional, dengan CMIM sebagai salah satu pilar strategis utama dalam sistem perlindungan keuangan kawasan.

AFMGM+3 sendiri merupakan forum tahunan yang mempertemukan negara-negara ASEAN bersama Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok untuk membahas perkembangan ekonomi global dan regional, sekaligus memperkuat arsitektur kerja sama ekonomi dan keuangan kawasan. Pertemuan tahun ini dipimpin Filipina dan Jepang selaku Co-Chairs serta dihadiri pula oleh AMRO, Asian Development Bank (ADB), Sekretariat ASEAN, dan International Monetary Fund (IMF).

Forum juga memberikan apresiasi terhadap kontribusi strategis ASEAN+3 Macroeconomic Research Office (AMRO) selama satu dekade terakhir sebagai penasihat kebijakan regional dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan keuangan kawasan.

Melalui forum ini, ASEAN+3 menegaskan bahwa soliditas regional, penguatan sistem keuangan, dan kolaborasi lintas negara menjadi fondasi utama dalam menjaga ketahanan ekonomi kawasan di tengah tantangan geopolitik dan ketidakpastian global yang terus berkembang.

(MB101 – Biro Komunikasi Publik Bank Indonesia)