by

Snapboost Dilaporkan Akibat Scam, Miliaran Duit tidak Bisa Ditarik

-TNI Polri-1,485 views

PALEMBANG, MB.CO.ID
Aplikasi penghasil uang Snapboost yang sempat berjaya 8 bulan, ujungnya terbukti adalah bisnis scam atau penipuan. Salah satu korban dan anggota senior Snapboost Nusantara akhirnya pasrah dan menyerah karena Snapboost yang selama ini dibanggakan akhirnya terbukti sebagai kejahatan online.

Edison Nainggolan yang pernah malang melintang di berbagai profesi dengan penyesalan mendalam dan kecewa mengakui, Snapboost bukan lagi sahabat, tetapi menjadi lawan karena telah merugikan ribuan orang. Saat ini tercatat 200.000 anggota Snapboost di seluruh Indonesia, dan 1.500 lebih di Sumsel, Banten, DKI, Jakarta, Papua, Baturaja dan Pulau Jawa.
“Saya melapor ke Polda Sumsel mewakili ribuan anggota dengan kerugian diperkirakan Rp 10 miliar, ” kata Edison di Palembang, Kamis (16/4/2026).
Dia didampingi sejumlah anggota Snapboost yang dia rekrut sendiri, tim diterima Divisi Kriminal Umum Polda Sumsel dan sempat berkonsultasi mendalam di Divisi Krimsus Unit Cyber Crime hingga larut malam.
Lebih jauh Edison mengatakan dia melaporkan Snapboost karena orang yang selama ini diwakili oleh mentor Nanda Salsabillah sejak seminggu tidak aktif lagi di group WA yang dia buat dan tidak pernah merespon keluhan anggota, padahal selama sangat aktif dan responsif. Customer Service Snapboost juga sudah dikunci bahkan beberapa anggota sudah tidak bisa akses lagi ke aplikasi.
Berharap Bisa Diungkap
Edison yang membawa surat kuasa mewakili para korban berharap kejahatan ini bisa diungkap karena para pelaku, alamat rekening, dan kerugian yg ditimbulkan sangat jelas.
Adapun rekening 2 yang digunakan sangat jelas, PT ada alamatnya dan BRI digunakan sebagai rekening penampungan kejahatan di antaranya:
1. PT CLOT FAS KIDS 034501001782568
2. CHANRA GEMA PRATAMA 176701001001567
3. ARYO RICKY HARNANTO 422501004602509
4. STARPAGO TECHNOLOGI 050101000367567
5. TERRA CAHAYA UTAMA 176701001008569
6. PANCA JAYA 763301017825500
7. PT. MITRA PRIMA SENTRA 119101000992568

Adapun alamat sejumlah perusahaan tersebut yang berhasil dilacak adalah:
PT Candra Gema Pratama Jl Raya Cigondewah Kaler No 113 Bandung Jawa Barat, PT Tera Cahaya Utama
Gedung TRK Jl KH Abdullah Syafei No 12 A Bukit Duri Jakarta Selatan, PT Clot Fas Kid BMS Komplex Jl Timbul No 21 Pejaten Barat Pasar Minggu Jakarta Selatan, PT Mitra Prima Sentra Gedung MitraLt 5 Jl Gatot Subroto Kav 21 Jakarta Selatan.
Menurut Elvi, salah seorang anggota Snapboost, yang juga bekerja di perbankan nasional mengatakan, sudah sangat jelas alamat PT itu ada. Tetapi, lanjutnya, dana yang berada di dalam sudah kosong dan dikuras. “Hanya PPATK dan OJK yang bisa menelusuri aliran dana tersebut,” katanya.
Gejala Terbongkarnya
Awal mula terbongkarnya scam ini terjadi ketika Nanda Salsabillah berjanji ke Baturaja 16 Maret 2026 untuk urusan sebuah seminar dan pembagian hadiah motor dan mobil di Hotel Zuri Baturaja.
Namun kedatangan ini dibatalkan secara sepihak oleh Nanda. Dia menyatakan batal ke Baturaja karena Snapboost akan go public di Singapura lewat Initial Public Offering (IPO).
Dari IPO ini pula penarikan dana anggota Snapboost mulai dibatasi, lewat penundaan dua kali, tanggal 3 April 2026, mundur jadi tgl 6 April 2026, mundur lagi ke tanggal 10 April 2026 lalu dialihkan penarikan lewat uang crypto lewat aplikasi Onchain yang sangat menyulitkan dan tidak ada satupun yang berhasil menarik dana.
Ini adakah strategi Snapboost  mengulur waktu agar deposit anggota lewat top up, deposit, terus mengalir ke lima rekening di atas.
Sementara ribuan anggota resah dan panic, Nanda sebagai tempat bertanya utama selama ini sulit dihubungi dan tidak memberikan penjelasan apapun.
Situasi ini yang membuat Edison yang selama ini ikut mengembangkan jaringan Snapboost memutuskan bahwa ini benar-benar kejahatan.
“Saya tidak tahan dituduh berkomplot dengan Snapboost dan Nabda, ” kata dia.
Edison berkeyakinan Nanda dan komplotan nya bisa ditemukan bila semua anggota bersatu bersama dengan pihak berwajib.
Nanda sendiri sosoknya masih dipertanyakan. Tapi dia benar-benar ada karena anggota Snapboost Baturaja pernah mengirimkan madu ke alamat Nanda di salah satu apartemen di Makasar dimana dia pernah tinggal di sana.
Berdasarkan pelacakan aggota, alamat rekening BRI yang dipergunakan oleh Snapboost sebagian berada di Jakarta. Tinggal pihak kepolisian, perbankan dan OJK yang bisa mengungkapkan kejahatan ini.
Anggota Snapboost juga telah berhasil menemukan pemilik asli foto yang dipergunakan oleh Nanda sebagai foto profilnya di IG, Tiktok, FB dan WA.
Pernah Berjaya
Sebagai catatan, Snapboost pernah berjalan lancar dan menyelenggarakan bakti sosial, dan seminar di Palembang, Baturaja, dan lainnya. Snapboost juga banyak memberikan bonus2 lewat aplikasi. Bahkan sejumlah pertemuan minimal lima orang juga dibiayai oleh Snapboost. Hal inilah yang membuat banyak orang percaya.   Scam ini sebagian membuat anggota kaget, sementara sebagian lainnya sudah mengantisipasi dan menduga akan bubar.
Mereka yang rugi umumnya adalah yang ikut dua bulan terakhir dan memiliki deposit besar di aplikasi ini karena iming-iming bonus dua kali lipat dan hadiah mobil.


Sekarang, deposit besar dan hasil jerih payah klik tinggal angka angka-angka saja. “Yang ingin menjadi kaya hanya tinggal impian,” kata Rian, warga Baturaja yang baru saja mengalami kerugian Rp 200 juta dari Ya Goal.
Rian ikut Snapboost, tapi hanya lima hari dia menarik kembali dananya sehingga tidak mengalami kerugian yang berarti.
Pihak kepolisian Polda Sumsel meminta agar para korban mau membantu kepolisian dengan memberikan bukti kerugian dan datang secara bersama-sama ke Polda atau Polres. “Siapapun yang merasa dirugikan bisa melaporkan,” kata salah satu anggota di pusat SPKT Polda Sumsel.


Foto Palsu
Sementara itu telah diperoleh pula informasi bahwa foto profil Nanda Salsabillah selama ini adalah palsu atau fake.
Pemilik foto asli adalah Shinta Fatimah seorang selegram Jakarta.

Sementara keberadaan Nanda masih dalam penyelidikan dan menjadi aktor utama untuk mengungkapkan sindikat penipuan transinternasional yang telah dipersiapkan secara matang.
Sampai sejauh ini sejumlah anggota Snapboost tengah mengumpulkan bukti transfer untuk melengkapi laporan ke pihak kepolisian.  Mereka berharap kejahatan ini dapat diungkapkan.