JAKARTA, Bhayangkara101.co.id – Dalam upaya mewujudkan keandalan Alutsista modern berdaya gentar tinggi dan berproyeksi global, Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali didampingi Ketua Umum Jalasenastri Ny. Fera Muhammad Ali memimpin acara tradisi dan syukuran KRI Sriwijaya-100 di Dermaga 107, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (29/09/2026).
Acara tersebut menjadi momentum bersejarah bagi jajaran TNI AL dengan masuknya kapal induk pertama ke dalam armada operasionalnya.
Prosesi inti diisi dengan pelaksanaan acara tradisi yang dipimpin langsung oleh KASAL didampingi Ibu Ketum Jalasenastri, kemudian dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng syukuran. Potongan tumpeng diserahkan oleh KASAL kepada Komandan KRI Sriwijaya-100, sedangkan potongan tumpeng dari Ibu Ketum Jalasenastri diserahkan kepada perwira Kowal termuda.
Dalam sambutannya, KASAL menyampaikan bahwa kehadiran KRI Sriwijaya-100 merupakan pencapaian strategis dalam memperkuat kapabilitas operasional TNI AL guna menghadapi dinamika ancaman maritim yang semakin kompleks di wilayah perairan Indonesia maupun yurisdiksi nasional.
Langkah modernisasi Alutsista tersebut sejalan dengan Rencana Strategis Jangka Panjang TNI AL untuk mewujudkan kekuatan maritim modern.
“Pemilihan nama Sriwijaya dilandasi oleh rekam jejak sejarah Kerajaan Sriwijaya sebagai salah satu kerajaan maritim tertua, terbesar, dan terkuat di Nusantara yang menguasai jalur pelayaran strategis Selat Malaka serta Selat Sunda pada abad ke-7 hingga ke-13. Kejayaan maritim tersebut didukung armada laut tangguh yang menjamin keamanan perairan Nusantara,” ujar Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali.
Lebih lanjut, KASAL menjelaskan bahwa arti nama “Sriwijaya” yang bermakna “Kemenangan yang Gemilang” tidak hanya melambangkan kejayaan masa lalu, tetapi juga menjadi jangkar bangkitnya kekuatan maritim nasional di masa depan.
KRI Sriwijaya-100 diharapkan menjadi simbol kekuatan maritim, pemersatu wilayah serta pendorong pembentukan kembali karakter maritim Nusantara.
Kegiatan syukuran dan tradisi tersebut turut dihadiri oleh Gubernur Provinsi Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru, para PJU di lingkungan TNI AL serta Jalasenastri beserta pengurus.
(MB101 – Dispenal)
Ringkasan Berita
- KRI Sriwijaya-100 resmi masuk dalam armada operasional TNI AL melalui acara tradisi dan syukuran di Dermaga 107, Tanjung Priok.
- KASAL Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menyebut kehadiran KRI Sriwijaya-100 sebagai pencapaian strategis untuk memperkuat kapabilitas operasional TNI AL.
- Modernisasi Alutsista tersebut sejalan dengan Rencana Strategis Jangka Panjang TNI AL dalam mewujudkan kekuatan maritim modern.
- Nama Sriwijaya diambil dari rekam jejak Kerajaan Sriwijaya sebagai kerajaan maritim besar di Nusantara dan bermakna “Kemenangan yang Gemilang”.
- KRI Sriwijaya-100 diharapkan menjadi simbol kekuatan maritim, pemersatu wilayah, dan pendorong karakter maritim Nusantara.







