JAKARTA, MB – Kepala FKBN (Forum Kader Bela Negara) Sumatera Barat (Sumbar) mengunjungi Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk Audensi agar mendapatkan penjelasan langsung tentang Satuan Tugas (Satgas) Penertiban Kawasan Hutan (PKH).
Kedatangan Ina Yatul Kubra yang saat ini menjabat sebagai Kepala FKBN Bakorwir Sumbar bersama Kepala FKBN Pusat, Angga Rahadian Tirtawijaya disambut baik Petinggi Satgas PKH di ruangan rapatnya pada Kamis, (28/08/2025).
Pertemuan tersebut dihadiri oleh para Petinggi, yakni :
1. Sutikno Direktur Penuntutan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus sebagai Wakil Ketua Kesekretariatan Satgas PKH
2. Dwi Agus dari Kejagung RI
3. Kolonel Roni.S dari TNI Angkatan Darat
4. Sion Sekretariat Kejagung RI
5. Angga Rahadian Kepala FKBN Pusat
6. Ina Yatul Kubra Kepala FKBN Sumatera Barat
7. Rembun Waluyo Asops KOGAPHAN
8. Susi Elya Roza SE Sekretaris Wilayah FKBN Sumbar
9. Helmi Tanjung Wakil KOGAPHAN Sumbar
Ina, saat ditemui wartawan di halaman Kejagung RI menyampaikan kedatangan dirinya ke Satgas PKH. “Tujuan pertama adalah bersilaturahmi dan yang kedua, saya selaku Kepala Perwakilan FKBN di Sumbar untuk mendapatkan informasi langsung dari Satgas PKH tentang aturan penertiban kawasan hutan.” Ucapnya.
Pertemuannya dengan Satgas PKH dan juga Kepala Pusat Angga Rahadian Tirtawijaya bersama perwakilan FKBN Bakorwir Sumbar ini sudah terencana sebagai program kerja.
Jajaran Pengurus Forum Kader Bela Negara disambut hangat oleh Sutikno Direktur Penuntutan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus selaku Wakil Ketua Kesekretariatan Satgas PKH bersama Kolonel Roni beserta jajaran yang bertanggung jawab terkait penertiban kawasan hutan.
Dijelaskan, sesuai perintah presiden RI Prabowo Subianto, adapun penjelasan tentang tugas pokok PKH di Satgas PKH adalah tim gabungan yang terdiri dari 12 kementerian/lembaga.
Tugas utamanya adalah mengembalikan hak negara atas lahan hutan yang telah dialihfungsikan secara ilegal.
“Baru-baru ini Satgas PKH juga berhasil menguasai kembali lahan hutan seluas 2 (dua) Juta hektare di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo, Riau. Selanjutnya, di Tanggal 1 September 2025 mendatang di kawasan hutan akan ditertibkan semua tambang liar dan ilegal.” Jelasnya.
“Dalam hal ini FKBN sumbar akan hadir di tengah masyarakat guna memfasilitasi ke satgas PKH demi menertibkan kawasan hutan yang berubah fungsinya secara ilegal, hadirnya perwakilan FKBN Bakorwir Sumbar bekerjasama dengan pemerintah pusat dan daerah akan terus berkomunikasi dengan masyarakat tani di wilayah Sumbar.” Ungkap Ina kepala perwakilan FKBN Bakorwir Sumbar.
Kemudian, Ina juga menjelaskan kepada awak media dikarenakan waktunya dan schedule padat terpaksa menunda FKBN Bakorwir Sumbar untuk Audensi kepada kapolri Listio Sigit Prabowo guna menjalin sinergitas kepada institusi polri yg ada di wilayah Sumbar dikarenakan ada urusan untuk membantu masyarakat bahwa besok dirinya akan langsung kembali ke Sumbar.
“Besok saya pulang dan lanjut mengurus Plasma sawit di wilayah Pasbar. Di tahun ini kami masih banyak sekali agenda dan program kerja FKBN Bakorwir Sumbar. Harapan saya kedepannya, kami dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi warga masyarakat di Sumbar dengan program-program UMKM, Koperasi dan kami bisa menjembatani permasalahan warga masyarakat Sumbar, khususnya di bidang ekonomi UMKM pendidikan, dll.” Pungkasnya.
Reporter : Jefri
Comment