PALEMBANG, Bhayangkara101.co.id – TNI bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta tim gabungan terus mengoptimalkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta penanggulangan kabut asap di wilayah Palembang, Sumatera Selatan. Upaya tersebut dilakukan melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) terpadu pada Minggu (1/11/2026).
Dalam operasi tersebut, Satuan Tugas (Satgas) Udara Lanud Sri Mulyono Herlambang (SMH) menyebarkan sebanyak 7,2 ton garam semai (natrium klorida/NaCl) di atas kawasan sasaran.
Penyemaian dilakukan menggunakan penerbangan alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI Angkatan Udara (TNI AU), yakni pesawat Cassa NC-212 dan Hercules C-130.
Berdasarkan data pemantauan BMKG melalui radar, penakar hujan, serta laporan lapangan, operasi penyemaian tersebut berdampak pada terjadinya hujan di sejumlah wilayah, meliputi Kota Palembang, Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir (OKI), Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Muara Enim, Prabumulih, dan Musi Rawas Utara.
Pengerahan armada udara secara berkelanjutan ini menjadi bentuk aksi nyata TNI dalam penanganan karhutla dan penanggulangan kabut asap di lapangan. Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas udara melalui langkah yang cepat dan terpadu.
@ Media Bhayangkara101 (MB101)
Sumber: Pusat Penerangan Tentara Nasional Indonesia
Diterbitkan pada: 3 November 2026
(MB101 – Puspen TNI)
Ringkasan Berita:
- TNI bersama BMKG dan tim gabungan mengoptimalkan penanganan karhutla serta kabut asap melalui OMC terpadu di Palembang, Sumatera Selatan, pada Minggu (1/11/2026).
- Satgas Udara Lanud Sri Mulyono Herlambang menyebarkan 7,2 ton garam semai (NaCl) menggunakan pesawat Cassa NC-212 dan Hercules C-130.
- Berdasarkan pemantauan BMKG dan laporan lapangan, hujan terjadi di Palembang dan sejumlah wilayah lain di Sumatera Selatan.
- Pengerahan armada udara secara berkelanjutan menjadi bagian dari upaya TNI menjaga kualitas udara dan menangani ancaman karhutla secara terpadu.












