
MEDIABHAYANGKARA.CO.ID, PALEMBANG – Sebanyak 14 Perwira Siswa (Pasis) Dikreg-68 Seskoad dibawah Pimpinan Kolonel Inf Achmad Basuki melaksanakan audiensi dengan Pemerintah Kota Palembang untuk membahas strategi pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Kamis (3/9/2026).
Audiensi berlangsung di Ruang Rapat Wawako Palembang, Jalan Merdeka, Kelurahan 22 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil, Palembang. Kegiatan dihadiri Wakil Wali Kota Palembang Prima Salam, S.H., M.M., Kasdim Letkol Inf Dery Septriandi, S.T., M.M., M.Han., unsur Seskoad, BPBD, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Damkar, serta jajaran Kodim 0418/Palembang.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala BPBD Kota Palembang Ahmad Furqon menyampaikan paparan terkait kondisi dan langkah penanganan Karhutla di wilayah Palembang.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang Dr. Hj. Fenty Aprina, M.Kes. memaparkan dampak Karhutla terhadap kesehatan masyarakat, khususnya risiko ISPA, iritasi mata dan gangguan kesehatan akibat paparan asap.
Ia juga menekankan perlunya perlindungan terhadap kelompok rentan serta kesiapsiagaan fasilitas kesehatan.
Langkah mitigasi yang dibahas antara lain penggunaan masker, pengurangan aktivitas luar ruangan ketika kualitas udara memburuk, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat serta kesiapan fasilitas kesehatan dalam menghadapi dampak Karhutla.
Dandim 0418/Palembang Kolonel Arh Erik Novianto, S.Sos melalui Kasdim mengatakan, audiensi tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara TNI dan Pemerintah Daerah dalam menghadapi ancaman Karhutla.
“Penanganan Karhutla tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan sinergi antara TNI, pemerintah daerah, Polri, BPBD, tenaga kesehatan dan seluruh elemen masyarakat, mulai dari pencegahan hingga penanganan di lapangan,” ujar Kasdim.
Menurutnya, koordinasi dan pertukaran informasi harus terus ditingkatkan agar potensi Karhutla dapat diantisipasi lebih cepat.
“Kita berharap melalui kolaborasi yang solid, langkah pencegahan dapat dilakukan lebih dini sehingga dampak Karhutla terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat dapat diminimalkan,” pungkasnya. (AMRU)











