TANGERANG, Bhayangkara101.co.id – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menegaskan pentingnya memperkuat keterkaitan (link and match) antara dunia pendidikan dan industri guna menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, khususnya di sektor kendaraan listrik (electric vehicle/EV). Penegasan tersebut disampaikan saat Wapres meninjau PT Tangkas Motor Listrik Assembly Factory di Kabupaten **Tangerang, Banten, Kamis (30/07/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional melalui penguatan sinergi antara dunia pendidikan dan industri dalam menyiapkan SDM yang dibutuhkan. Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya pembangunan SDM unggul melalui pendidikan yang relevan dengan kebutuhan industri untuk mendukung hilirisasi dan industrialisasi nasional.
Dalam kesempatan itu, Wapres meninjau langsung fasilitas produksi PT Tangkas Motor Listrik Assembly Factory guna melihat proses perakitan kendaraan listrik beserta ekosistem produksinya. Wapres juga mencoba salah satu motor listrik produksi PT Tangkas sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan industri kendaraan listrik nasional.
Usai peninjauan, Wapres berdialog dengan para siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) dan mahasiswa yang sebelumnya mengikuti workshop mengenai ekosistem produksi kendaraan listrik. Salah seorang mahasiswa Politeknik Industri ATMI Cikarang, Anton, menanyakan harapan pemerintah terhadap kontribusi dunia pendidikan dalam mendukung perkembangan industri kendaraan listrik di Indonesia.
“Apa harapan Bapak dari industri dan juga mungkin dari negara yang bisa kita lakukan secara konkret dari teman-teman mahasiswa, SMK-SMK gitu, kontribusi apa yang bisa kita kasih ke industri ini?” tanya Anton.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Wapres menegaskan bahwa kemajuan industri harus dibangun melalui kolaborasi erat antara pelaku industri dan dunia pendidikan agar seluruh pemangku kepentingan mampu berkontribusi dalam menyiapkan talenta masa depan.
“Saya titip ke teman-teman mahasiswa, semua pelajar, guru, dosen yang ada di sini. Kita ke depan ingin semua yang ada di sini bisa berpartisipasi. Jadi antara industri, pelaku industri, dan sekolah-sekolah bisa bekerja sama,” ujar Wapres.
Menurut Wapres, kolaborasi tersebut dapat diwujudkan melalui penguatan riset bersama maupun penyelarasan kurikulum dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri yang terus berubah.
“Entah risetnya, entah bisa terkait kurikulum, bisa disesuaikan dengan yang ada sekarang. Sekarang kan semuanya serba EV. Jadi yang dipelajari di sekolah harus nyambung dengan apa yang ada di industri,” imbuhnya.
Selain memperkuat sinergi dengan dunia pendidikan, Wapres juga menilai pelaku industri memiliki peran penting dalam meningkatkan literasi masyarakat mengenai manfaat kendaraan listrik sebagai bagian dari percepatan transisi energi nasional.
“Jadi nanti kita ingin industri juga berkontribusi ke dunia pendidikan. Dan saya kira nanti edukasi pasar, terkait awareness tentang pentingnya motor listrik, mobil listrik,” ucap Wapres.
Lebih lanjut, Wapres menegaskan bahwa pengembangan kendaraan listrik tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan, tetapi juga menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional melalui pengurangan ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak.
“Selain lebih ramah lingkungan dan lain-lain, kita ke depan harus melakukan penghematan impor minyak, impor BBM. Jadi solusinya salah satunya adalah motor listrik,” tegas Wapres.
Turut mendampingi Wapres dalam kegiatan tersebut Plt. Sekretaris Wapres Al Muktabar, Staf Khusus Wapres Tina Talisa, Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah, dan Bupati Tangerang Maesyal Rasyid.
(MB101 – Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Wakil Presiden)
Ringkasan Berita
- Wapres Gibran mendorong penguatan link and match antara dunia pendidikan dan industri untuk mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional.
- Kolaborasi riset dan penyelarasan kurikulum dinilai penting agar lulusan siap menghadapi kebutuhan industri electric vehicle (EV).
- Industri diharapkan turut berkontribusi dalam edukasi masyarakat mengenai manfaat kendaraan listrik sebagai bagian dari transisi energi.
- Pengembangan kendaraan listrik menjadi strategi memperkuat ketahanan energi nasional melalui pengurangan ketergantungan terhadap impor BBM.
- Kunjungan ke PT Tangkas Motor Listrik Assembly Factory menjadi wujud dukungan pemerintah terhadap pengembangan industri kendaraan listrik di Indonesia.













