MPI, JAKARTA – Di tengah pesatnya perkembangan dunia industri dan tuntutan profesionalisme, JNE menunjukkan bahwa keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari kinerja bisnis, tetapi juga dari kualitas karakter dan spiritual sumber daya manusianya.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Final Lomba Adzan Karyawan JNE Tingkat Nasional 2026, sebuah ajang yang menjadi wadah pembinaan mental, akhlak, dan nilai-nilai religius bagi karyawan dari seluruh Indonesia Rabu 29 Juli 2026.

Ratusan karyawan mengikuti proses seleksi yang berlangsung secara bertahap di berbagai kantor cabang JNE. Tercatat lebih dari 321 peserta berpartisipasi dalam babak penyisihan, sebelum akhirnya terpilih 19 finalis nasional, terdiri atas lima peserta dari Jakarta dan 14 peserta dari berbagai cabang di Indonesia.
Ketua Pelaksana, Mahesa Senggani, mengatakan bahwa penyelenggaraan lomba tersebut lahir dari semangat menghidupkan fungsi mushola-mushola JNE yang telah distandarisasi agar tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pembinaan karakter dan kegiatan positif bagi seluruh karyawan.
«”Melalui kegiatan ini kami ingin mushola tidak hanya menjadi tempat salat, tetapi menjadi pusat aktivitas yang memberikan nilai positif, mempererat kebersamaan, sekaligus meningkatkan kualitas ibadah seluruh karyawan,” ujarnya.»
Menurut Mahesa, pemilihan lomba adzan dilakukan karena merupakan kompetisi yang mudah diikuti oleh seluruh karyawan sehingga mampu menghadirkan partisipasi yang lebih luas dibandingkan perlombaan keagamaan lainnya.
Besarnya antusiasme peserta menjadi bukti bahwa pembinaan spiritual tetap mendapatkan tempat di hati para insan JNE. Dukungan dari kantor-kantor cabang di seluruh Indonesia juga menjadi faktor penting terselenggaranya kompetisi nasional tersebut.
Dalam menentukan pemenang, dewan juri menerapkan penilaian objektif berdasarkan empat aspek utama, yakni makhraj dan tajwid (35 poin), irama dan kualitas suara (35 poin), penjiwaan dan penghayatan (20 poin), serta kerapian penampilan (10 poin).
Namun, lebih dari sekadar mengejar gelar juara, Mahesa menegaskan bahwa tujuan utama kompetisi ini adalah membentuk karakter karyawan yang disiplin, jujur, dan senantiasa mengingat Allah SWT di tengah kesibukan bekerja.
Menurutnya, adzan bukan hanya panggilan menuju salat, melainkan pengingat agar manusia selalu kembali kepada Sang Pencipta serta menyerahkan segala urusan kepada-Nya. Nilai tersebut diharapkan mampu melahirkan pribadi-pribadi yang lebih disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki keseimbangan antara pekerjaan serta kehidupan spiritual.
Semangat tersebut selaras dengan filosofi yang diwariskan oleh pendiri JNE, H. Soeprapto Soeparno, yang menempatkan nilai-nilai kerohanian sebagai bagian penting dalam budaya perusahaan. Karena itu, pembinaan keagamaan terus dilakukan mulai dari tingkat cabang hingga tingkat nasional sebagai bagian dari pengembangan sumber daya manusia.
Mahesa berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kualitas ibadah seluruh karyawan sekaligus memperkuat ukhuwah sehingga menjadi budaya kerja yang sejalan dengan nilai perusahaan “Connecting Happiness.”
Ke depan, JNE juga telah menyiapkan program lanjutan bagi para pemenang. Juara pertama Lomba Adzan Karyawan JNE Tingkat Nasional 2026 akan memperoleh kesempatan mewakili JNE dalam berbagai kompetisi adzan yang diselenggarakan oleh pihak eksternal.
Tidak hanya itu, suara adzan sang pemenang akan direkam dan dimanfaatkan sebagai voice over dalam berbagai kegiatan resmi perusahaan, seperti acara buka puasa bersama, kegiatan keagamaan, hingga video adzan yang diproduksi JNE. Program tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus pembinaan berkelanjutan agar potensi karyawan dapat terus berkembang.
Mahesa juga berharap Lomba Adzan Tingkat Nasional dapat menjadi agenda rutin perusahaan dengan jeda waktu yang proporsional. Bahkan, JNE membuka peluang untuk mengembangkan kompetisi serupa bagi anak-anak karyawan sebagai bagian dari pembinaan keluarga besar JNE.
Di sisi lain, Mahesa menegaskan bahwa syiar Islam yang dibangun melalui kegiatan ini tetap berjalan berdampingan dengan semangat toleransi. Menurutnya, nilai-nilai Islam bersifat universal dan mengajarkan kedamaian, sehingga harus diwujudkan dalam budaya saling menghormati antarumat beragama di lingkungan kerja yang multietnis dan multiagama.
Melalui semangat kebersamaan tersebut, JNE berharap dapat terus membangun lingkungan kerja yang harmonis, produktif, dan berintegritas. Bagi perusahaan, keberhasilan bukan hanya tercermin dari pencapaian bisnis, tetapi juga dari lahirnya insan-insan yang memiliki akhlak mulia, disiplin, serta mampu menjadi teladan di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat.
Final Lomba Adzan Karyawan JNE Tingkat Nasional 2026 menjadi bukti bahwa dunia usaha mampu berperan sebagai ruang pembinaan karakter. Di balik lantunan adzan yang menggema di Kantor Pusat JNE, tersimpan pesan bahwa kesuksesan perusahaan akan semakin bermakna apabila berjalan seiring dengan tumbuhnya nilai-nilai spiritual, kebersamaan, dan kepedulian terhadap sesama.
Daftar Pemenang Lomba Adzan Karyawan JNE Tingkat Nasional 2026
Juara I: Ahmad Arija – Jakarta
Juara II: Abdul Karim – Jakarta
Juara III: M. Syaripudin – Bogor
Selamat kepada para juara atas prestasi yang telah diraih. Semoga pencapaian ini menjadi inspirasi bagi seluruh insan JNE untuk terus meningkatkan kualitas ibadah, profesionalisme, dan akhlak mulia dalam menjalankan tugas serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Zakaria (Bang Zeck)







