by

Pembangunan IKN Picu Pertumbuhan Ekonomi Penajam Paser Utara dan Kalimantan Timur pada Tahap Awal

-Nasional-379 views

NUSANTARA, Bhayangkara101.co.id – Kajian dampak ekonomi pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) Tahap I periode 2022–2024 menunjukkan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mencapai 19,9 persen, lebih tinggi dan signifikan dibanding kabupaten/kota lain di Kalimantan Timur. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur tercatat 3,7 persen lebih tinggi dibanding provinsi lain di Pulau Kalimantan, mencerminkan mulai terasa dampak pembangunan IKN terhadap perekonomian regional.

Deputi Bidang Perencanaan dan Pertanahan Otorita IKN, Mia Amalia, mengatakan bahwa keberhasilan pembangunan IKN tidak hanya diukur dari banyaknya infrastruktur yang dibangun, tetapi juga dari kemampuannya menggerakkan perekonomian wilayah dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Hal tersebut disampaikan dalam Seminar Jumat Belajar bertema “Kupas Tuntas Dampak Ekonomi IKN!” pada Jumat (26/06/2026).

“Keberhasilan IKN diukur bukan hanya jumlah gedung, tetapi dampak ekonomi, seberapa besar ekonomi itu tumbuh, dan bagaimana manfaatnya dirasakan masyarakat,” ujar Mia.

Hasil kajian memperlihatkan bahwa dampak ekonomi awal pembangunan IKN paling besar dirasakan di Kabupaten Penajam Paser Utara sebagai wilayah inti pembangunan. Pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut terutama ditopang oleh belanja pemerintah dan meningkatnya investasi, dengan sektor konstruksi menjadi salah satu motor utama pembentuk struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sejak pembangunan IKN dimulai.

Dampak pembangunan juga mulai meluas ke wilayah sekitar melalui meningkatnya kebutuhan barang dan jasa, logistik, akomodasi, transportasi, perdagangan, serta berbagai sektor pendukung lainnya. Aktivitas pembangunan Kawasan Nusantara secara bertahap membentuk keterkaitan ekonomi dengan daerah penyangga di Kalimantan Timur, tidak hanya terpusat di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara.

Pada periode Pembangunan IKN Tahap II, dampak ekonomi diproyeksikan akan semakin meningkat. Tambahan PDRB diperkirakan memberikan kontribusi signifikan bagi Kabupaten Penajam Paser Utara maupun Provinsi Kalimantan Timur, sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di kedua wilayah tersebut.

Proyeksi tersebut dinilai semakin penting di tengah dinamika geopolitik global dan kebutuhan Kalimantan Timur untuk mempercepat transformasi ekonomi dari sektor ekstraktif menuju sektor yang lebih produktif dan bernilai tambah. Karena itu, pengelolaan dampak pembangunan IKN perlu diarahkan dari aktivitas konstruksi menuju penguatan rantai pasok lokal, peningkatan kapasitas tenaga kerja, keterlibatan pelaku usaha daerah, serta pengembangan sektor ekonomi lainnya.

Arah pengembangan tersebut sejalan dengan konsep Superhub Ekonomi Nusantara (SEN) yang dirancang untuk memperluas manfaat pembangunan IKN dalam jangka panjang. Melalui keterkaitan Nusantara dengan Balikpapan, Samarinda, dan wilayah sekitarnya, pembangunan IKN diharapkan menjadi pusat pertumbuhan baru yang mampu menggerakkan perekonomian Kalimantan Timur menuju sektor yang lebih produktif, bernilai tambah, dan berkelanjutan.

(MB101 – Humas Otorita IKN)

Ringkasan Berita

  • Kajian IKN Tahap I menunjukkan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Penajam Paser Utara mencapai 19,9 persen, tertinggi di Kalimantan Timur.
  • Ekonomi Kalimantan Timur tumbuh 3,7 persen lebih tinggi dibanding provinsi lain di Pulau Kalimantan.
  • Dampak pembangunan IKN mulai meluas ke sektor logistik, perdagangan, transportasi, akomodasi, dan jasa pendukung lainnya.
  • Pembangunan IKN Tahap II diproyeksikan semakin meningkatkan kontribusi ekonomi melalui penguatan rantai pasok lokal dan investasi.
  • Konsep Superhub Ekonomi Nusantara (SEN) menjadi strategi memperluas manfaat pembangunan IKN bagi Kalimantan Timur secara berkelanjutan.