HO CHI MINH CITY, Bhayangkara101.co.id — KRI Bima Suci yang membawa Satuan Latihan Kartika Jala Krida (KJK) 2026 Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) Angkatan ke-73 resmi sandar di Dermaga Saigon Hiep Phuoc Port, Ho Chi Minh City, Vietnam, Minggu (10/05/2026) pukul 09.00 waktu setempat. Kedatangan pada etape kelima ini menjadi bagian penting dari misi diplomasi, muhibah, dan persahabatan internasional ke sembilan negara di Asia dan Eropa.
Kehadiran KRI Bima Suci disambut langsung oleh jajaran pejabat Perwakilan Republik Indonesia di Vietnam, termasuk Duta Besar RI untuk Vietnam Adam Mulawarman Tigio, Konjen RI Carolina Tinangon, serta sejumlah pejabat tinggi TNI AL dan AAL. Penyambutan ini mencerminkan kuatnya sinergi diplomasi pertahanan dan hubungan bilateral antara Indonesia dan Vietnam.
Satlat KJK 2026 yang berada di bawah komando Letkol Laut (P) Sugeng Hariyanto bersama Perwira Pelaksana Latihan Letkol Laut (P) Priyono hadir di Vietnam sebagai representasi nyata diplomasi maritim Indonesia. Selama kunjungan, para Taruna AAL dijadwalkan melaksanakan berbagai agenda strategis seperti Courtesy Call (CC), kegiatan olahraga bersama, kunjungan budaya, hingga Deck Reception di geladak KRI Bima Suci.
Suasana penyambutan semakin semarak melalui penampilan Genderang Suling (GS) Gita Jala Taruna yang menampilkan atraksi penuh semangat dan disiplin khas Taruna AAL. Penampilan budaya tersebut menjadi bagian penting dari diplomasi budaya Indonesia, sekaligus memperkenalkan karakter, tradisi, dan kebanggaan bangsa kepada masyarakat internasional.
Selain agenda resmi, kegiatan ramah tamah dan jamuan makan siang di Long Room KRI Bima Suci juga menjadi sarana mempererat persahabatan, kerja sama, dan hubungan interpersonal antara jajaran TNI AL, perwakilan Indonesia, serta tamu kehormatan dari Vietnam dalam suasana hangat dan penuh keakraban.
Pelayaran muhibah ini bukan sekadar perjalanan latihan, melainkan juga ajang strategis untuk mengasah profesionalisme Taruna AAL, memperluas wawasan kebangsaan, memperkuat diplomasi pertahanan, serta membangun citra positif Indonesia di dunia internasional.
Secara terpisah, KASAL Laksamana TNI Muhammad Ali menegaskan bahwa pelayaran diplomasi KRI Bima Suci merupakan implementasi nyata dari visi Indonesia dalam membangun persahabatan antarbangsa, kerja sama internasional, dan promosi budaya nasional di panggung global.
Kehadiran KRI Bima Suci di Vietnam menjadi simbol bahwa TNI AL tidak hanya menjaga kedaulatan laut nasional, tetapi juga aktif berperan sebagai duta bangsa dalam mempererat hubungan persahabatan dunia melalui jalur diplomasi maritim.
(MB101 – Dispenal)













