BOYOLALI, Bhayangkara101.co.id — Sebanyak 609 Prajurit Siswa (Prasis) Sekolah Pertama Bintara Prajurit Karier (Semaba PK) Pria TNI AU Angkatan ke-57 menjalani Latihan Berganda (Latganda) hari ketiga dengan materi Taktik Kesatuan Kecil (TKK) dan Survival yang menguji fisik, mental, serta kemampuan bertahan hidup di lapangan, di Boyolali, Jawa Tengah, Minggu (3/5/2026).
Latihan ini menjadi bagian penting dalam membentuk prajurit TNI AU yang tangguh, disiplin, adaptif, dan siap menghadapi berbagai tantangan penugasan di masa depan. Kegiatan dipimpin langsung oleh Danskadik 402 Wingdik 400/Matukjur Letkol Pas Dwi Rizal Argian dengan dukungan penuh para pelatih serta unsur pendukung lainnya.
Rangkaian latihan diawali dengan materi Taktik Kesatuan Kecil (TKK) yang dilaksanakan di Desa Pule, Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali. Dalam sesi tersebut, para prasis ditempa untuk meningkatkan kerja sama tim, kemampuan manuver taktis, serta pengambilan keputusan cepat dan tepat dalam situasi medan yang dinamis.
Setelah menyelesaikan sesi TKK, para prasis melaksanakan istirahat, salat, dan makan (ishoma) di Desa Teter, Kecamatan Simo sebagai bagian dari pengaturan ritme latihan yang terukur dan terencana.
Kegiatan kemudian berlanjut ke materi Survival di Dusun Macan Mati, Desa Bendungan, Kecamatan Simo, Boyolali. Pada sesi ini, para prasis dituntut mampu bertahan hidup dengan memanfaatkan sumber daya alam sekitar, termasuk membangun bivak sebagai perlindungan sementara di medan terbuka.
Materi Survival menjadi salah satu komponen krusial dalam pembinaan prajurit, karena melatih kemampuan bertahan, ketahanan mental, kecerdikan, serta kesiapan menghadapi berbagai kondisi ekstrem di wilayah penugasan.
Melalui Latganda ini, Wingdik 400/Matukjur terus menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi prajurit TNI AU yang tidak hanya unggul secara akademik dan militer, tetapi juga memiliki ketangguhan fisik, mental baja, serta profesionalisme tinggi sebagai garda terdepan pertahanan udara nasional.
Latihan berjenjang seperti ini menjadi fondasi penting dalam membangun karakter prajurit udara yang siap menghadapi dinamika tugas dan menjaga kehormatan TNI Angkatan Udara di masa mendatang.
(MB101 – Pen Wingdik 400/Matukjur)







