JAKARTA, MB — Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) tahun ini berlangsung aman dan kondusif. Sejumlah aktivis dan pimpinan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) pun menyampaikan apresiasi atas situasi tersebut, sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga stabilitas menjelang Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).
Ketua Jaringan Aktivis Jakarta Raya (JARAK), Yusuf Sahala, bersama Ketua BEM Universitas Mpu Tantular, Edwar Sogalrey, serta Ketua BEM Universitas Borobudur, Ricko Yuliansyah, menilai suasana kondusif selama May Day mencerminkan kedewasaan publik dalam menyampaikan aspirasi secara tertib, damai, dan bertanggung jawab.
Mereka juga mengapresiasi peran seluruh elemen, mulai dari buruh, mahasiswa, hingga aparat keamanan, dalam menjaga ketertiban selama peringatan May Day. “Kondisi ini menjadi indikator positif bagi kualitas demokrasi serta ruang partisipasi publik yang sehat,” ujar Yusuf dalam keterangannya.
Meski demikian, ketiganya menegaskan penolakan terhadap segala bentuk tindakan anarkis, provokatif, maupun upaya penunggangan kepentingan yang berpotensi memicu instabilitas sosial. Menurut mereka, tindakan tersebut justru merusak esensi perjuangan buruh serta mencederai nilai demokrasi.
Dalam momentum menjelang Hardiknas, mereka mengimbau masyarakat, khususnya mahasiswa dan pelajar, untuk tetap mengedepankan nilai intelektualitas, rasionalitas, dan semangat konstruktif dalam setiap aktivitas.
Selain itu, mereka menekankan pentingnya menjaga stabilitas sosial, persatuan, dan kesatuan bangsa sebagai fondasi utama dalam mendorong kemajuan di sektor ketenagakerjaan dan pendidikan.
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta keutuhan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.












