TANGERANG, MB – Suasana penuh kehangatan, tawa, dan haru menyelimuti kegiatan Buka Puasa Bersama (Bukber) Alumni Yuppac ’02 yang digelar di Resto Kembang Telang, kawasan Kunciran Jaya, Pinang, Sabtu (7/3/2026).
Acara yang berlangsung dalam nuansa kekeluargaan tersebut menjadi momentum berharga bagi para alumni untuk kembali bertemu setelah sekian lama disibukkan oleh aktivitas dan perjalanan hidup masing-masing.

Sejak sore hari, satu per satu alumni mulai berdatangan. Tidak sedikit yang hadir bersama pasangan dan anak-anak mereka. Pertemuan ini seakan membawa para alumni kembali ke masa-masa sekolah, ketika kebersamaan, canda, dan cerita menjadi bagian dari keseharian mereka di bangku pendidikan.
Acara silaturahmi ini dikoordinir oleh Siti Nurjanah, yang akrab disapa Ocha, sebagai penggagas sekaligus ketua panitia. Dengan penuh semangat, ia menginisiasi kegiatan buka puasa bersama ini agar para alumni Yuppac ’02 dapat kembali menjalin silaturahmi yang sempat terpisah oleh waktu.
Dalam pernyataannya, Ocha mengaku sangat terharu melihat antusiasme teman-teman alumni yang masih menjaga ikatan persahabatan hingga saat ini.
“Alhamdulillah, acara ini akhirnya bisa terlaksana dengan baik. Awalnya hanya ide sederhana untuk mengajak teman-teman berkumpul kembali di bulan Ramadhan. Tapi ternyata responnya luar biasa. Banyak yang datang, bahkan membawa keluarga mereka. Ini membuat saya sangat terharu,” ujar Ocha.
Ia juga menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar buka puasa bersama, tetapi juga menjadi ajang mempererat kembali tali silaturahmi yang telah terjalin sejak masa sekolah.
“Kita semua pernah melewati masa-masa indah bersama di sekolah. Kenangan itu tidak akan pernah hilang. Karena itu saya berharap kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan setiap tahun agar hubungan persahabatan kita tetap terjaga,” tambahnya.
Selain menjadi ajang reuni, kegiatan tersebut juga diisi dengan kegiatan santunan kepada anak yatim, sebagai bentuk kepedulian sosial para alumni di bulan suci Ramadhan.
“Ramadhan adalah bulan berbagi. Karena itu kami sepakat untuk tidak hanya berkumpul, tetapi juga berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim. Semoga apa yang kita lakukan hari ini menjadi amal kebaikan bagi kita semua,” kata Ocha.
Kehadiran pak Djamin kepala sekolah dalam acara tersebut juga menjadi momen yang sangat emosional bagi para alumni. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa bangga dan haru melihat para murid yang dahulu pernah ia didik kini kembali berkumpul sebagai pribadi dewasa yang telah memiliki keluarga dan kehidupan masing-masing.
“Saya merasa sangat bahagia melihat kalian semua berkumpul di sini. Dulu kalian adalah siswa-siswa yang setiap hari saya lihat di sekolah. Ada yang rajin, ada yang suka bercanda, ada juga yang kadang membuat guru pusing. Tapi semua itu adalah bagian dari kenangan yang indah,” ujarnya dengan suara yang penuh haru.
Menurutnya, seorang guru tidak pernah benar-benar melupakan murid-muridnya, karena setiap siswa memiliki cerita dan kenangan tersendiri dalam perjalanan hidup seorang pendidik.
“Bagi seorang guru, melihat murid-muridnya tumbuh menjadi orang yang baik dan tetap menjaga silaturahmi adalah kebahagiaan yang tidak ternilai. Hari ini saya melihat bukan hanya alumni, tetapi keluarga besar yang masih terikat oleh persahabatan,” tambahnya.
Di tengah suasana reuni yang hangat tersebut, kehadiran beberapa alumni dari luar daerah turut menambah semarak acara. Salah satunya adalah Sumartoe Walu, yang datang jauh dari Bekasi untuk menghadiri kegiatan tersebut.
Sumartoe Walu mengungkapkan bahwa dirinya merasa sangat bahagia dapat kembali bertemu dengan teman-teman lama yang pernah menjadi bagian penting dalam hidupnya.
“Walaupun saya dari Bekasi, saya tetap berusaha hadir. Momen seperti ini sangat berharga karena tidak setiap hari kita bisa berkumpul dengan teman-teman yang dulu belajar bersama di sekolah,” katanya.
Ia juga menyampaikan harapannya agar kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan di masa mendatang dengan jumlah peserta yang lebih banyak.
“Semoga di tahun berikutnya semakin banyak alumni yang bisa hadir. Akan lebih lengkap rasanya kalau semua teman-teman seangkatan bisa berkumpul kembali,” ujarnya.
Sepanjang acara, suasana penuh tawa dan nostalgia terus terasa. Para alumni saling bertukar cerita tentang perjalanan hidup masing-masing, mengenang masa-masa sekolah, hingga tertawa bersama ketika mengingat kejadian-kejadian lucu yang pernah mereka alami dulu.
Banyak dari mereka yang mengaku bahwa pertemuan ini bukan hanya sekadar reuni, tetapi juga menjadi pengingat akan arti persahabatan yang telah terjalin sejak lama.
Menjelang waktu berbuka puasa, seluruh peserta berkumpul untuk memanjatkan doa bersama. Setelah itu, mereka menikmati hidangan berbuka puasa dalam suasana penuh kebersamaan.
Acara yang digawangi oleh Ocha ini pun menjadi bukti bahwa waktu dan jarak tidak mampu memutus tali persahabatan yang telah terbentuk sejak masa sekolah.
Para alumni berharap kegiatan ini dapat menjadi tradisi tahunan yang terus dilakukan di setiap bulan Ramadhan.
“Harapan kami sederhana, semoga tahun depan lebih banyak lagi alumni yang hadir. Kita ingin kebersamaan ini terus hidup dan menjadi kenangan indah bagi kita semua,” tutup Ocha.
Bukber Alumni Yuppac ’02 tahun ini pun menjadi saksi bahwa kenangan masa sekolah, persahabatan, serta semangat berbagi di bulan Ramadhan mampu menyatukan kembali hati-hati yang pernah berjalan bersama dalam satu perjalanan pendidikan.
Zakaria (Bang zeck)







