Home Bhinneka Virus Corona semakin Mencemaskan China

Virus Corona semakin Mencemaskan China

SHARE
article top ad

Virus Corona semakin mencemaskan China akibat jumlah korban meninggal  yang terus meningkat.  Kini sudah mencapai 80 orang sedangkan lebih dari 3.000 orang dipastikan telah terjangkit virus tersebut.

Secara keseluruhan, jumlah pasien yang dipastikan terjangkit virus corona mencapai 2.744 orang. Media pemerintah mengatakan lebih dari 300 di antara mereka sakit kritis.

article inline ad

Kota Wuhan di Provinsi Hubei, yang merupakan sumber penyebaran virus, kini dinyatakan tertutup dan sejumlah kota menerapkan larangan perjalanan.

Lebih dari setengah juta staf medis telah dikerahkan untuk upaya pencegahan, pengendalian, serta operasi perawatan di Hubei.

Sebanyak dua rumah sakit khusus yang memiliki 2.000 ranjang tengah dibangun dan pabrik-pabrik diminta segera memproduksi masker dan pakaian pelindung.

Para pejabat komisi kesehatan mengatakan jumlah korban meninggal dunia di Provinsi Hubei telah bertambah dari 56 orang menjadi 76 orang, sedangkan empat korban lainnya berada di daerah lain.

Dalam keterangannya kepada wartawan, Menkes China, Ma Xiaowei, menyatakan kemampuan virus itu untuk menyebar tampaknya menguat.

Sejumlah pejabat meyakini bahwa pada manusia, periode inkubasi—masa ketika seseorang mengidap sebuah penyakit tapi gejala-gejalanya belum tampak—berkisar antara satu hingga 14 hari.

Tanpa penampakan gejala-gejala, pengidap penyakit boleh jadi tidak tahu dia telah tertular namun bisa menularkannya lagi ke orang-orang sekitar.

Sebelumnya, Presiden China Xi Jinping memperingatkan penyebaran virus baru corona yang mematikan semakin cepat, usai mengadakan pertemuan khusus pemerintah pada hari libur Tahun Baru Imlek.

Negara itu sedang menghadapi “situasi serius” kata Xi kepada para pejabat senior, Senin (27/01).

Apa itu virus corona?

Virus corona adalah keluarga virus yang mencakup flu biasa.

Namun, virus ini belum pernah terdeteksi sebelumnya, sehingga disebut 2019-nCov.

Virus baru dapat menjadi umum terjangkit pada manusia setelah menginfeksi hewan yang kemudian menularkannya kepada manusia.

Wabah SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) pada 2013 dimulai pada kelelawar dan dipindahkan ke luwak yang kemudian menular pada manusia.

Gejala tampaknya dimulai dengan demam, diikuti oleh batuk kering dan kemudian, setelah seminggu, menyebabkan sesak napas dan beberapa pasien membutuhkan perawatan di rumah sakit.

Hingga kini belum ada obat atau vaksin khusus untuk penyakit ini.

Berdasar informasi awal, diyakini bahwa hanya seperempat dari kasus yang dikategorikan “parah” dan yang kebanyakan meninggal adalah orang tua, beberapa di antaranya memiliki kondisi yang sudah sakit sebelumnya.

Pihak berwenang China mencurigai pasar makanan laut yang “melakukan transaksi hewan liar ilegal” adalah sumber wabah itu.

Para ilmuwan di Pusat Analisis Penyakit Menular Global MRC di Inggris telah memperingatkan bahwa kemungkinan akan sulit untuk menangani virus itu.

Mereka mengatakan penularan virus corona dari manusia ke manusia adalah “satu-satunya penjelasan yang masuk akal” untuk skala epidemi.

article bottom ad