Home Angkara Polres Lampung Selatan Kembali Ungkap Penyelundupan Narkoba

Polres Lampung Selatan Kembali Ungkap Penyelundupan Narkoba

SHARE
Kapolda Lampung Irjen (Pol) Purwadi Arianto (depan tengah) memaparkan pengungkapan kasus penyelundupan narkoba, di Seaport Interdiction, Bakauheni, Lampung Selatan, 30 Oktober 2019. Foto: Dok. Polres Lampung Selatan.
article top ad

Bakauheni, MB – Perang terhadap narkoba yang dikobarkan Kepolisian Daerah (Polda) Lampung, direspon dengan baik sekali khususnya oleh jajaran Kepolisian Resor (Polres) Lampung Selatan dengan terus mengungkap berbagai kasus penyelundupan barang haram tersebut. Nyaris tiada hari tanpa pengungkapan kasus. Untuk periode 19 September- 20 Oktober ini tercatat delapan pengungkapan kasus penyelundupan narkoba dengan jumlah tersangka 17 orang. Ada pun barang bukti yang disita berupa  118 kg ganja kering, 18,8 kg sabu, 61.200 butir ekstasi, 2.500 butir erimin 5, dan 1,3 kg opium.

Keberhasilan pengungkapan kasus penyelundupan narkoba di wilayah Lampung ini disampaikan  Kapolda Lampung Irjen (Pol) Purwadi Arianto di Seaport Interdiction, Bakauheni, Lampung Selatan, Rabu siang, 30 Oktober 2019. Kapolda yang didampingi Kapolres Lampung Selatan AKBP M. Syarhan beserta pejabat utama Polda Lampung dan Forkopimda Kabupaten Lampung Selatan, menyampaikan apresiasinya kepada jajaran Polres Lampung Selatan. Ia juga mengingatkan masyarakat akan bahaya narkoba, serta mengimbau masyarakat agar tak segan memberikan informasi kepada aparat jika mengetahui adanya aktivitas penyalahgunaan narkoba.

article inline ad

Pada kesempatan terpisah, Kapolres M. Syarhan mengatakan bahwa keberhasilan pengungkapan kasus penyelundupan narkoba ini berkat kejelian, ketekunan dan ketangkasan anggotanya beserta jajaran aparat terkait dalam melakukan pemeriksaan terhadap semua kendaraan yang masuk ke Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, dan hendak menyeberang ke Pelabuhan Merak, Banten. “Keberhasilan ini juga ditunjang integritas mereka yang tidak mau diajak berdamai oleh tersangka,” kata Syarhan kepada Media Bhayangkara.

Ia menjelaskan, Pelabuhan Bakauheni merupakan pintu akhir jalur penyelundupan dari Pulau Sumatera menuju ke Pulau Jawa.  Barang-barang haram itu berasal dari Cina dan Malaysia, yang masuk melalui Medan atau Pekanbaru, dan dibawa melalui jalur darat ke Pelabuhan Bakauheni. Sedangkan ganja berasal dari Aceh. Modus operandi para pelaku umumnya mirip dengan berbagai kasus penyelundupan narkoba sebelumnya yang dibongkar jajaran Polres Lampung Selatan. Yakni, mengemas barang selundupan itu sedemikian rupa sehingga tak mencurigakan, lalu kurir membawanya menggunakan kendaraan umum, atau kendaraan pribadi yang telah dimodifikasi khusus untuk menyembunyikan narkoba tersebut. Ada pula yang menggunakan jasa ekspedisi.

Menurut pengakuan para tersangka yang merupakan kurir ini, mereka  diupah hingga Rp 30 juta tergantung volume narkoba yang mereka bawa. “Ada tersangka yang mengaku terus terang diupah oleh kaki tangan bandar untuk menyelundupkan narkoba ke Pulau Jawa. Ada pula yang mengaku tak menaruh curiga kalau barang yang mereka bawa itu adalah narkoba. Padahal kan mestinya mereka sudah curiga karena mendapat tawaran upah besar,” kata M. Syarhan.

Saat tertangkap, para kurir ini umumnya membawa lebih dari satu jenis narkoba. Bahkan ada yang membawa tiga jenis sekaligus (sabu, erimin 5, dan opium), seperti yang terbongkar pada 22 September 2019. Namun sejauh ini, menurut Syarhan, para kurir bukan berasal dari satu kelompok jaringan pengedar, tapi dari beberapa jaringan pengedar yang berbeda. Dari pengembangan penyidikan, petugas kemudian menciduk sejumlah tersangka lain di tempat berbeda.

AKBP M. Syarhan merupakan Kapolres yang getol mengungkap kasus penyelundupan narkoba di wilayah kerjanya. Selama hampir dua tahun memimpin Polres Lampung Selatan, alumnus Akpol 99 ini setiap bulan rutin melakukan ekspose pengungkapan kasus-kasus narkoba. Total selama tahun 2018 tercatat 135 kasus dengan jumlah tersangka 217, dan barang bukti 113,2 kg sabu, 791 kg ganja, dan 40.029 butir ekstasi. Sedangkan tahun 2019 ini sampai Oktober tercatat 125 kasus dengan 203 tersangka, dan barang bukti 155,4 kg sabu, 388,9 kg ganja, 140.945 butir ekstasi, 22.500 erimin 5, serta 1,3 kg opium.

Penulis Taufik Alwie

article bottom ad