Home Aneka Sempat Viral, Dinas Kesehatan Tangerang akan Tingkatkan Empati dalam Layanan Orang Meninggal

Sempat Viral, Dinas Kesehatan Tangerang akan Tingkatkan Empati dalam Layanan Orang Meninggal

SHARE
Kepala Dinas Kesehatan Tangerang dr. Hj. Liza Puspadewi, M. Kes, Sekretaris Dinkes dr. Dini Anggraeni, MM dan Kabid Yankes dr. Sudarto MT dalam konferensi pers di Tangerang yang akan mengedepankan empati untuk penanganan pasien meninggal.
article top ad

TANGERANG, MB – Sempat viral di dunia maya perihal seorang pria sedang berjalan kaki keluar dari Puskesmas Cikokol, Tangerang, sambil mengendong jenazah muncul berbagai reaksi masyarakat.  Sebagian menyayangkan hal tersebut terjadi akibat kelalaian dan tidak pekanya petugas Puskesmas Cikokol Tangerang.  Namun pria yang tak lain merupakan paman almarhum justru memahami peristiwa tersebut tanpa menyalahkan Puskesmas Cikokol.

Terkait dengan peristiwa ini, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang  dr. Hj. Liza Puspadewi, M. Kes didampingi Sekretaris Dinas Kesehatan dr. Dini Anggraeni, MM dan Kabid Yankes dr. Sudarto MT menyambut baik kritik dan kontrol sosial yang dilakukan masyarakat.  “Kami mengucapkan terima kasih karena dari peristiwa tersebut kami bisa melakukan perbaikan pelayanan dengan mengedepankan empati, termasuk dengan mengubah Standar Operation Procedure (SOP)  pelayanan,” kata Liza, Senin (26/8).

article inline ad

Sejalan dengan arahan Walikota Tangerang Arief Wismansyah, kendati ada perbedaan fungsi antara mobil ambulance kesehatan dengan mobil jenazah, dalam kondisi tertentu dapat dipergunakan.  “Kami sudah merevisinya dan mulai berlaku mulai hari ini, 26 Agustus 2019,” jelasnya di depan sejumlah wartawan.

Dengan aturan baru tersebut bila saat ambulans 119 tiba di lokasi dan pasien sudah meninggal, maka ambulans dapat membawa warga yang meninggal untuk diantar ke rumah duka.

Bisa Menerima

Sebagaimana tersiar, Supriyadi (40) yang merupakan paman almarhum Husen (9) memutuskan membawa jenazah dengan berjalan kaki kaki karena ingin segera jenazah keponakannya tersebut dimakamkan.

Husen tewas tenggelam di Sungai Cisadane Jumat (23/8/2019) pukul 15.00 WIB.  Waktu itu, Supriyadi mendapat kabar dari warga bahwa keponakannya tenggelam dan hanyut saat bermain bersama teman-temannya di Sungai Cisadae. Ia pun langsung mendatangi sungai. Setiba di sana, Supriyadi mendapati keponakannya sudah di angkat oleh anggota tim SAR Kota Tangerang. Dari pengamatannya, ia menduga keponakannya sudah meninggal dunia.

Namun untuk memastikan, ia dibantu warga sekitar membawa keponakannya tersebut ke Puskesmas Cikokol.  Setiba di puskesmas, dokter-dokter yang ada langsung memeriksa korban dan dipastikan Husen sudah tidak bernyawa.

Selanjutnya Supriyadi ingin segera membawa pulang jenazah keponakannya agar bisa segera dimakamkan dan ingin menggunakan ambulans yang ada di Puskesmas Cikokol.  Namun pihak Puskemas tidak menyanggupi karena sesuai SOP (standard operating procedure) ambulans digunakan untuk mengantar-jemput pasien yang sakit bukan untuk mengantar jenazah.

Puskesmas memberikan solusi dengan memberikan nomor-nomor yang bisa dihubungi untuk membawa jenazah (mobil jenazah).  Dua nomor masing-masing  021-55771135 ambulans gratis Kota Tangerang,  021-5484544 pelayanan pemakaman DKI Jakarta dan nomor darurat 112 sulit dihubungi dan kualitas komunikasi kurang baik.

Karena makin sore, Supriyadi menghubungi saudaranya dan memutuskan membawa jenazah hendak menyeberangi jembatan penyeberangan orang. Pihak puskesmas sempat mencegah Supriyadi membawa korban tanpa ambulans. Namun Supriyadi, yang kekeh ingin segera menguburkan keponakannya, tetap berlalu.

Saat akan menyeberang jalan menggunakan JPO, seorang pengendara mobil menawarkan diri untuk mengantarkan Supriyadi dan jenazah keponakannya menuju kediamannya.  Supriyadi sama sekali tidak menyalahkan Puskemas Cikokol atas peristiwa tersebut.

Mobil ambulance 119 kesehatan milik Dinkes Tangerang, Walaupun sama-sama ambulance, namun ada perbedaan fungsi antara ambulance kesehatan dengan ambulance/mobil jenazah.

Sebagaimana kita ketahui jenazah memang seharusnya tidak diangkut dengan ambulans yang disediakan untuk mengangkut orang sakit.  “Jenazah harus diangkut dengan mobil jenazah sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Kesehatan yang jenis dan perlengkapannya juga berbeda. Mengangkut jenazah tidak dapat dikategorikan sebagai urusan gawat darurat. Oleh karenanya ambulans tidak perlu dikeluarkan untuk keperluan mengangkut jenazah,” ujar salah seorang netizen Hasanudin Abdurakhman sebagaimana dilansir sebuah media online.

article bottom ad