Home Bhinneka Meriah, Konser Kebangsaan Apresiasi Prestasi Pancasila

Meriah, Konser Kebangsaan Apresiasi Prestasi Pancasila

SHARE
Sebanyak 74 penerima Ikon Prestasi Pancasila 2019 bersamaan dengan HUT ke-74 RI.
article top ad

KARANGANYAR, MB- Segenap kegembiraan dan kemeriahan terasa sekali memancar di Auditorum Museum Pabrik Gula De Tjolomadoe, Karanganyar, Jawa Tengah, Senin malam, 19 Agustus 2019. Maklumlah, malam itu berlangsung penganugrahan Apresiasi Prestasi Pancasila 2019 dari Badan Pembinaan  Ideologi Pancasila (BPIP) kepada 74 tokoh, yang dikemas dalam acara Konser Kebangsaan “Apresiasi Prestasi Pancasila” dan disiarkan langsung oleh  Televisi Republik Indonesia (TVRI) dari pukul 19.00 hingga pukul 21.00.

Tampilnya sejumlah artis top seperti Didi ”The Godfather of Broken Heart” Kempot dan Sruti Respati, makin menyemarakkan suasana acara yang dibuka Gubenur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tersebut. Senyum semringah menghiasi wajah-wajah hadirin, terutama sekali para penerima apresiasi. Mereka tampil ceria mengenakan pakaian daerah.

Sineas berbakat Livi Zheng bersama Slamet Rahardjo dan Didi Nini Towok, usai menerima Apresiasi Prestasi Pancasila. Foto: Dok. Livi Zheng
article inline ad

Tak ketinggalan, Ganjar Pranowo dan Plt. Kepala BPIP Prof. Hariyono juga tampil beda mengenakan pakaian Jawa. Pada acara konser itu, kedua pejabat ini masing-masing membacakan prosa liris, dan puisi karya Bung Karno, Aku Melihat Indonesia. Suasana makin meriah karena disusul dengan tampilnya grup paduan suara Voca Erudita Choir serta sejumlah penyanyi lainnya seperti Sruti Respati dan Daniel Novianto, yang membawakan lagu-lagu perjuangan.

Menjelang pukul 20.00, dilaksanakan penganugrahan Apresiasi Prestasi Pancasila 2019 kepada 74 tokoh terpilih, yang mewakili empat bidang, yaitu Sains dan Inovasi (17), Olahraga (9), Seni Budaya dan Bidang Kreatif (22), serta Kewirausahaan Sosial (26). Apresiasi diberikan sesuai urutan pembidangannya, yang diawali dengan pemberian kepada tokoh terpilih dari bidang Sains dan Inovasi, yang disampaikan oleh Anggota Dewan Pengarah BPIP, Sudhamek.

Berikutnya pemberian apresiasi kepada tokoh terpilih bidang Olahraga, dilanjutkan pemberian kepada tokoh terpilih bidang Seni Budaya dan Bidang Kreatif, serta tokoh terpilih bidang Kewirausahaan Sosial. Pemberian apresiasi masing-masing dilakukan Anggota Dewan Pengarah BPIP Wisnu Bawa Tenaya, Plt. Kepala BPIP Hariyono, serta Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Agar tak monoton, pemberian apresiasi terhadap tokoh-tokoh terpilih dari masing-masing bidang tidak dilakukan berturut-turut, melainkan diselingi dengan penampilan  para penyanyi.  Turut hadir dalam acara itu, antara lain, Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo, Bupati Karanganyar Juliyatmono, Rektor Universitas Negeri Sebelas Maret, Prof. Jamal Wiwoho, serta jajaran pejabat BPIP.

Sebelum menerima Apresiasi Prestasi Pancasila, pada pagi hingga siang harinya para tokoh terpilih ini tampil sebagai pembicara pada seminar bertajuk ““Pancasila Sebagai Platform Pembangunan Manusia dan Kebudayaan” yang dilangsungkan serentak di 19 titik di Kampus UNS dan Taman Budaya Jawa Tengah, Surakarta.

Hasil seleksi ketat

Seperti  diketahui, ke-74 Ikon Prestasi Pancasila 2019 tersebut   terpilih berdasarkan hasil pantauan dan seleksi ketat tim BPIP terhadap tokoh-tokoh atau komunitas  yang memiliki nilai tambah dalam kehidupannya, atau bernilai plus. Dalam proses ini, termasuk penyelenggaraan pemberian apresiasi, tim BPIP bekerjasama dengan TVRI, Universitas Sebelas Maret, Pemprov Jawa Tengah, Pemkab Karang Anyar, Pemkot Surakarta, dan Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Para nominator ini kemudian dijajarkan untuk dipilih yang paling menonjol dari kelompoknya, dan didapatlah angka 74 yang mengacu pada usia Kemerdekaan RI.  Penilaian terhadap para ikon Prestasi Pancasila yang rentang usianya 11-92 tahun tersebut adalah berdasarkan sumbangsih, tindakan, dan pengabdiannya kepada masyarakat, yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Ruang lingkupnya tidak hanya nasional, tapi juga internasional.

Sejumlah nama beken turut menghiasi, bahkan mendominasi, khususnya untuk bidang Seni Budaya & Bidang Kreatif. Sebutlah, di antaranya, musisi Iwan Fals, dalang Ki Manteb Soedharsono, Teater Koma, komedian kritis Butet Kertarajasa dan aktor Slamet Rahardjo, penari serba bisa Didik Nini Towok, serta sineas muda Livi Zheng. Ada pula Ari Sihasale-NiaZulkarnain (aktor/artis, sutradara, produser), Christine Hakim (aktris senior), Addie MS (komposer), Irawati Durban (penari dan koreografer), Prof. Toeti Heraty (sastrawan senior), serta Trie Utami (penyanyi dan pencipta lagu).

Sementara untuk bidang Olahraga, di antaranya ada pelari Lalu Muhammad Zohri, juara catur dunia Irene Kharisma Sukandar, dan Samantha Edithso (pecatur cilik berusia 11 tahun, ikon termuda). Lalu, ibo Monabesa (atlit tinju), Aries Susanti Rahayu (atlit panjat tebing), Exa Raudina Khoiroti (atlit sepeda gunung), dan Indra Sjafri (pelatih sepak bola).

Ada pun di bidang Kewirausahaan Sosial, di antaranya ada dokter dermawan Lo Siaw Ging, penggagas Sokola Rimba Butet Manurung, mantan pilot yang mengembangkan panti asuhan Budi Soehardi,  Komunitas Adat Sunda Cirendeu, Bidan Agnes Barbara, Nadiem Makarim (Gojek), Redi Eko Prasetyo (Jaringan Kampung Nusantara), dan Prof. Saparinah Sadli (penggagas Komnas Perempuan dan inspirator dalam gerakan perempuan). Saparinah, 92 tahun, tercatat sebagai sosok tertua Ikon Prestasi Pancasila 2019.

Sementara di bidang Sains dan Inovasi, di antaranya ada Davyn Sudirdjo (pencipta aplikasi E-Tani), Yuma Soerianto (pencipta aplikasi Lets Stack, Hunger Button, Kid Calculator, Weather Duck, Pocket Poke), Prof. Teuku Faisal Fathani (pencipta alat pengintai longsor), Hibar Syahrul Ghafur (pencipta alat perlindungan perempuan). Lalu ada  Prof. Josaphat Tetuko Sri Sumantyo (penemu radar satelit, pengamanan satelit, pengamatan bumi, pemilik paten di 118 negara), Edi Arham (inovator sistem pembelajaran), Anjas Pramono (pencipta Difodeaf untuk kemudahan bagi disabilitas), serta Aysa Aurealya Maharani dan Anggina Rafitri, penemu obat kanker yang namanya kini sedang jadi perbincangan.

Penullis Taufik Alwie 

article bottom ad