Home Asia Hong Kong Terus Memanas, China Kerahkan Kendaraan Tempur

Hong Kong Terus Memanas, China Kerahkan Kendaraan Tempur

SHARE
Kendaraan perang China yang ditangkap kamera satelit.
article top ad

Hongkong, MB – Aksi demonstrasi menentang UU Ekstradisi yang melanda Hong Kong sudah dua bulan membuat Pemerintahan China memberikan perhatian khsusus dengan mengirimkan kendaraan tempur.

Sejumlah pihak memang memperkirakan China akan menggunakan kekuatan militer untuk mengatasi aksi demonstrasi yang menunjukkan eskalasi semakin besar.  Kekhawatiran akan intervensi terhadap Hong Kong semakin menjadi-jadi setelah artileri China terdeteksi mendekat ke perbatasan dua negara tersebut.

Sejumlah kendaraan angkut tentara berada di sekitar Stadion ShenZhen.
article inline ad

Maxar Technologies merilis foto citra satelit yang menunjukkan adanya pengerahan kendaraan tempur lapis baja ke sebuah stadion di Kota Shenzhen, China. Maxar Technologies sendiri merupakan perusahaan teknologi luar angkasa yang sering merilis gambar satelit dari berbagai belahan dunia.

Citra satelit Maxar Technologies itu memperlihatkan lebih dari 100 kendaraan pengangkut personel itu ditempatkan di dalam dan sekitar stadion Shenzhen Bay Sports Centre.

Awal pekan ini, media yang dikendalikan Pemerintah China melaporkan, tentara negeri tirai bambu dikumpulkan untuk mengadakan latihan di kota perbatasan. Menurut media, latihan di Shenzhen telah direncanakan sebelumnya dan tidak terkait dengan kerusuhan di Hong Kong.

Namun, alasan latihan patut dipertanyakan. Pasalnya, pengerahan pasukan ini dilakukan tak lama setelah Pemerintah China menyebut demo Hong Kong mulai menunjukkan ‘bibit terorisme’.

UU Ekstradisi

Berawal dari UU Ekstradisi Hong Kong memutuskan untuk melakukan revisi UU Ekstradisi.  Salah satu poin menyebutkan, pemberlakuan ekstradisi ke yuridis manapun tanpa melalui perjanjian.

Revisi UU Ekstradisi bermula dari adanya kasus pembunuhan yang terjadi di Taiwan pada Februari 2018. Kasus Pembunuhan tersebut melibatkan seorang pria warga negara Hong Kong berumur 19 tahun yang dijadikan tersangka oleh Pemerintah Taiwan. Pria tersebut dijadikan tersangka atas kasus pembunuhan terhadap kekasihnya.

Saat ini, pria tersebut kembali berada Hong Kong. Pemerintah Taiwan meminta Pemerintah Hong Kong untuk mengekstradisi pria tersebut agar diproses dalam kasus hukum yang menjeratnya.

Permintaan tersebut ditolak oleh Pemerintah Hong Kong karena tidak ada aturan soal perjanjian ekstradisi tanpa adanya kerjas ama dengan Hong Kong. Penolakan Ekstradisi Pemerintah Hong Kong karena tidak adanya perjanjian Ekstradisi Pemerintah Hongkong dengan Cina daratan.

Taiwan termasuk salah satu dari bagian Cina daratan. Akhirnya timbul ketegangan pengesahan UU Ekstradisi karena perbedaan ideologi Cina daratan yang menganut paham komunis dengan Negara Hong Kong yang menganut paham liberal.

article bottom ad