Home Nusantara Setelah Tertunda, PT. Unggul Mas Sejahtera Bangun Perumahan di Serua Depok

Setelah Tertunda, PT. Unggul Mas Sejahtera Bangun Perumahan di Serua Depok

SHARE
Lokasi asri dan nyaman di Serua Depk
article top ad

DEPOK, MB – Setelah mengantongi ijin dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu No. 593.2/1263/2018 tertanggal 8 Juni 2018, PT. Unggul Mas Sejahtera (UMS) siap mengembangkan perumahan di Serua, Depok sesuai dengan pengembangan Kota Depok sebagai salah satu kawasan penyanggah Jakarta sebagai kota metropolitan.  Hal tersebut disampaikan Staf Humas dan Media PT. UMS A.E. Nainggolan di Depok, Senin (23/7).

Kawasan yang akan dibangun berada di atas tanah seluas seluas 2,3 hektare tepatnya berada di Jalan Hanafi, Kelurahan Serua, Kecamatan Bojongsari Sawangan -Depok, Jawa Barat.

article inline ad

Ijin tersebut dikeluarkan oleh Pemkot Depok dan Jajarannya setelah melalui proses klarifikasi dan investigasi hukum secara mendalam serta menyeluruh atas segala aspek yang ada, termasuk apabila ada sengketa sebelumnya.

Alas hak tanah UMS sudah dibuktikan secara hukum keabsahannya melalui  putusan  in kracht Mahkamah  Agung  no.  554/K/Sip/1973.

Kendati pernah ada pihak lain yang mencoba menggugat yaitu Hendriko Wijaya, Hilda Wijaya, Rita Wijaya, dan Mirawati Papan namun terbukti mereka tidak memiliki dasar untuk mengajukan gugatan secara Perdata, dikarenakan mereka tidak memiliki Bukti Kepemilikan apapun atas lahan tersebut. Keseluruhan Sertifikat mereka (28 sertifikat) dinyatakan cacat hukum dan telah dibatalkan oleh Mahkamah Agung melalui Putusan Mahkamah Agung No. 85 K/TUN/2013 dan No.85/PK/TUN/2014 yang sudah In- kracht.

Berdasarkan keputusan tersebut, Badan Pertanahan Nasional (BPN) telah mencoret dan membatalkan sertifikat mereka dan sebagai gantinya BPN menerbitkan sertifikat yang sah dan sebenarnya atas nama PT. UMS.  Sehingga dapat dikatakan bahwa sertifikat milik PT. UMS telah teruji keabsahannya.

Selain itu, Gugatan  Perdata  Hendriko  Wijaya  dan  Hilda  Wijaya,  juga telah  DITOLAK  oleh Mahkamah Agung melalui putusan Mahkamah Agung no. 2350K/PDT/2017 dan sudah mempunyai kekuatan hukum tetap (in- kracht).

Prosedur Hukum

Saat ini Rita, secara perorangan, kembali mengajukan gugatan ke MA dengan Perkara No.130/2016, dimana tuntutan/Petitum nya 100% sama dengan gugatan perdata yang telah diajukan Hendriko Wijaya dan Hilda Wijaya yang telah ditolak dan in kracht.

Menurut pihak UMS yang diwakili, A.E. Nainggolan, secara logis, tidak mungkin akan keluar putusan yang berbeda atas tuntutan (obyek) yang sama. Berdasarkan pendapat para ahli hukum, katanya, PT. Unggul Mas Sejahtera, sudah menjalankan seluruh proses hukum yang ada dan menanggapi pihak-pihak yang menyatakan keberatan sehingga tidak ada lagi alasan untuk tidak segera memulai pembangunan perumahan untuk mewujudkan sekaligus merealisasikan pembangunan perumahan sesuai rencana yang tertunda bertahun-tahun dan mengakibatkan kerugian material dan non material bagi PT. UMS.

article bottom ad