Home Peristiwa Pembekalan Pancasila untuk Penerima Beasiswa Kemenkominfo

Pembekalan Pancasila untuk Penerima Beasiswa Kemenkominfo

SHARE
Pimpinan BPIP, Kemenkominfo dan ITS, bersama penerima beasiswa Pelatihan dan Sertifikasi Talenta Digital 2019. Foto: BPIP
article top ad

Surabaya, MB – Deputi Bidang Pengkajian dan Materi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Prof. Dr. Adji Samekto, S.H., M.Hum., mengingatkan bahwa intoleransi, radikalisme dan terorisme merupakan potensi-potensi yang selalu muncul dalam kehidupan bermasyakarat karena lunturnya semangat kebangsaan di tengah masyarakat Indonesia.

“Padahal sesungguhnya, kebangsaanlah yang bisa mempersatukan kita sebagai warga Indonesia,” tegas Adji Samekto ketika memberikan pembekalan kepada penerima beasiswa Pelatihan dan Sertifikasi Talenta Digital (Digital Talent Scholarship 2019) yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) di Gedung Pusat Robotika Institut Teknologi Surabaya (ITS), 1 Juli 2019.

article inline ad

Selain mengingatkan mengenai bahaya dan ancaman terhadap ideologi Pancasila, dalam keterangan tertulis yang diterima Media Bhayangkara/Nagara tanggal 2 Juli 2019 tersebut Adji Samekto yang menyampaikan kuliah umum dengan tema “Mempromosikan Pancasila untuk Tanggulangi Intoleransi, Radikalisme dan Terorisme” juga memaparkan mengenai sejarah hari lahir Pancasila 1 Juni 1945 dan upaya mengarusutamakan Pancasila di masyarakat yang saat ini dihadapkan pada sikap-sikap dan budaya baru imbas globalisasi dan pasar bebas seperti fundamentalisme pasar, kosmopolitanisme, individualisme, anti plularisme, dan tumbuhnya ideologi transnasional.

“Menghadapi ancaman-ancaman tersebut, sesungguhnya bangsa Indonesia telah memiliki Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup dan ideologi yang menjadi pemersatu bangsa,” tegas Adji Samekto.  

Menurut dia,  Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup dan ideologi sesungguhnya bukan sekedar penuntun tingkah laku semata, tetapi lebih dari itu. Pancasila menurut pendiri bangsa, merupakan cita-cita bangsa yang harus diwujudkan untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur. Upaya mewujudkannya melalui tindakan-tindakan kongkrit, yaitu pembangunan bangsa yang dilaksanakan secara menyeluruh, terencana dan dilakukan bertahap.

Dari tahapan pembangunan bangsa itu, kata Adji Samekto, yang utama adalah pembangunan sumber daya manusia yang meliputi pembangunan mental, kompetensi, dan cara berpikir kreatif dalam mengaktualisasikan gotong royong di era mendatang. “Oleh karena itulah sudah saatnya kembali, kita tidak boleh lelah  untuk mempromosikan Pancasila di semua elemen bangsa. Untuk kepentingan itu maka upaya objektifikasi atas nilai-nilai dalam Pancasila dan aktualisasi nilai-nilainya menjadi penting dan itu menjadi bagian peran dan tugas Badan Pembinaan Ideologi Pancasila,” Adji Samekto menegaskan.

Kegiatan pelatihan yang diselenggarakan bersama antara Kemenkominfo dan ITS ini dimaksudkan untuk menyiapkan kemampuan teknis menghadapi era Revolusi Industri 4.0 di tengah keterbatasan SDM yang menguasai teknik digital. Dalam kegiatan ini, selain diberikan materi penguasaan teknik digital, penerima beasiswa juga dibekali dengan materi wawasan kebangsaan, terutama pemahaman ideologi Pancasila.

Kehadiran BPIP dalam kegiatan ini memperlihatkan bahwa urgensi mengenai perlunya Pancasila kembali ke ruang publik, terutama di perguruan tinggi, sudah sangat dirasakan. Hal ini mengingat bahwa sejak reformasi 1998, pembelajaran mengenai Pancasila relatif hilang di ruang publik. Akibatnya banyak perguruan tinggi terpapar ideologi yang hendak menggantikan Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara Indonesia. Melalui pembekalan mengenai Pancasila diharapkan dapat mencegah perluasan ideologi yang akan menyingkirkan Pancasila.

Penulis: Taufik Alwie

article bottom ad