Home Negara Pemimpin Dunia Ucapkan Selamat Usai Pengumuman KPU

Pemimpin Dunia Ucapkan Selamat Usai Pengumuman KPU

SHARE
Presiden Jokowi ketika mengunjungi warga kampung deret
article top ad

JAKARTA, MB – Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah mengumumkan hasil rekapitulasi nasional pemilihan presiden yang menunjukkan pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin sebagai pemenang, mengalahkan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Pengumuman yang dikeluarkan pada Selasa dini hari (21/05) sesudah KPU menyelesaikan seluruh rekapitulasi 34 provinsi dan 130 PPLN mendapat tanggapan beragam, baik lewat laporan media asing maupun lewat adu tagar di media sosial.

article inline ad

Kubu pasangan calon presiden Prabowo-Sandiaga Uno menyatakan belum menentukan apakah akan mengakui kekalahan menyusul pengumuman hasil rekapitulasi suara yang dikeluarkan oleh KPU, namun muncul rencana aksi demonstrasi menentang hasil pemilihan presiden digelar yang semula dijadwalkan akan mulai diadakan di Jakarta pada Selasa sore ini.

Reaksi Dunia

Sejumlah media asing yang sudah menurunkan laporan tentang keunggulan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin dari pasangan Prabowo-Sandiaga Uno. The New York Times menulis judul, Joko Wins Re-Election in Indonesia, Defeating Hard-Line Former General, atau Joko Memenangkan Masa Jabatan Kedua, Mengalahkan Mantan Jenderal Garis Keras.

PM Malaysia, Mahathir Muhammad

Pemberitaan soal keunggulan Jokowi juga diangkat oleh Al Jazeera, The Guardian, dan The Telegraph yang menulis, ‘Presiden Indonesia Joko Widodo terpilih kembali dalam kemenangan yang jelas, namun lawannya mengklaim curang’.

Reuters menulis bahwa Prabowo Subianto akan menantang hasil pemilu yang diumumkan oleh KPU ke Mahkamah Konstitusi sementara Financial Times menulis bahwa ‘Presiden baru Indonesia akan menghadapi tantangan di bidang ekonomi’.

Beberapa media asing juga menyoroti soal kemungkinan gerakan demo tolak hasil pilpres, seperti South China Morning Post yang menyebut klaim oposisi bahwa akan ada ‘1 juta orang yang akan berdemo menentang hasil pemilu, namun pihak lain meragukannya’ dan The Straits Times yang menulis, ‘Indonesia on edge as Islamist group plans rally in the capital’ atau ‘Indonesia tegang karena kelompok Islamis merencanakan aksi di ibu kota’.

Ucapan selamat untuk Jokowi datang lewat akun media sosial Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, yang juga baru terpilih lewat pemilu yang baru berlangsung.

Dalam akun media sosialnya, Morrison menulis, bahwa Indonesia adalah “salah satu hubungan strategis paling penting Australia. Kami tak sabar untuk lebih mempererat ikatan antara Australia dan Indonesia dalam kepentingan bersama.”

Ucapan selamat lain juga datang dari PM Malaysia, Mahathir Mohamad, yang menyebut soal “kemenangan resmi”. “Saya berharap kerjasama antara dua negara akan semakin erat selepas ini,” tulis Mahathir.

Saya ucap tahniah kepada Bapak @jokowi atas kemenangan secara rasmi sebagai Presiden Republik Indonesia. Saya berharap kerjasama antara dua negara akan semakin erat selepas ini.

Perdana Menteri India Narendra Modi juga menyampaikan ucapan selamat dalam bahasa Indonesia selain dalam bahasa Inggris. Ucapan selamatnya itu sudah disebar hampir 2.000 kali dan disukai lebih dari 10.000 kali.

Selamat yang sebesar-besarnya kepada @jokowi atas terpilihnya Anda kembali! Sebagai dua negara demokrasi besar, kami bangga atas keberhasilan perayaan demokrasi. Kami berharap Anda dan rakyat Indonesia semua sukses di bawah kepemimpinan dinamis Anda.

Siaga Satu

Sementara itu Mabes Polri telah menetapkan status Jakarta dalam status Siaga I sejak 21 hingga 25 Mei sebagai antisipasi keamanan pasca pengumuman hasil rekapitulasi nasional Pemilu 2019.

“Benar, informasi dari Asops Kapolri Irjen Pol Martuani Sormin Siaga I hari ini,” kata Dedi Prasetyo di Jakarta, melalui pesan singkat kepada wartawan, Selasa (21/05).

Dijelaskan dalam surat itu, untuk menjamin keamanan menjelang diumumkannya hasil perhitungan suara Pemilu oleh KPU, maka diperintahkan sejak Selasa 21 Mei hingga 25 Mei 2019, seluruh jajaran Polri termasuk Mabes Polri berstatus siaga satu.

Polisi juga telah menangkap tersangka teroris di sejumlah daerah yang disebut berencana memanfaatkan momen pengumuman hasil Pemilu 2019 untuk melancarkan serangan.

Kepolisian mengatakan tidak akan menggunakan senjata tajam dalam menghadapi rencana aksi massa saat pengumuman hasil pemilihan presiden oleh Komisi Pemilihan Presiden pada 22 Mei.

article bottom ad