Home Bhinneka BPIP Menggali Mutiara Pancasila Kalangan Milenial

BPIP Menggali Mutiara Pancasila Kalangan Milenial

SHARE
Milenial mengikuti Workshop Merajut Keberagaman dalam Kebhinnekaan dengan tema "Menggali Mutiara Pancasila dalam Keberagaman", di Aula Utama Kantor Bupati Landak, di Ngabang, Kalimantan Barat. Foto: Istimewa.
article top ad

Ngabang, MB – Tak percuma Badan Pembinaan Ideologi  Pancasila (BPIP) jauh-jauh ke Ngabang, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, guna menggelar workshop tentang Pancasila. Workshop tersebut berlangsung sukses, diikuti penuh antusias oleh para pesertanya yang merupakan kalangan milenial. Mereka pun menjadi semakin memahami makna dan pentingnya eksistensi dasar negara Indonesia itu.

Pemahaman ini ditampakkan antara lain oleh peserta bernama Susi Damayanti dan Memey. Setidaknya hal itu dapat disimak dari jawabannya yang mantap ketika ditanya wartawan di sela-sela workshop Merajut Keberagaman dalam Kebhinnekaan dengan tema “Menggali Mutiara Pancasila dalam Keberagaman” tersebut, yang berlangsung di Aula Utama Kantor Bupati Landak, di Ngabang, 28 Januari lalu.

article inline ad

 “Pancasila sebagai ideologi, pedoman, way of life, dan dasar negara merupakan pemersatu bangsa.  Dengan demikian Pancasila akan selalu membentengi masyarakat Indonesia dari pengaruh budaya negara-negara lain,” ucap Susi dan Memey, berbarengan, mungkin karena saking ngelotoknya. Kedua pelajar Kelas 11  SMAN 1 Ngabang ini merasakan kegiatan workshop itu sangat penting artinya bagi kaum milenial Indonesia, karena mereka bisa lebih mengetahui dan mendalami Pancasila sebagai pemersatu bangsa.

Susi Damayanti  dan Memey merupakan dua dari puluhan kaum milineal yang mengikuti workshop yang diselenggarakan BPIP bekerjasama dengan Pemkab Landak tersebut. Workshop itu merupakan kegiatan pertama yang dilakukan BPIP, dengan pemilihan lokasi di Kabupaten Landak, mengingat keberagamannya dan geografinya sangat berdekatan dengan daerah perbatasan.

Kegiatan yang berlangsung satu hari itu dibuka Sekda Kabupaten Landak Vinsensius, mewakili Bupati Landak. Dari pihak BPIP hadir Staf Khusus Dewan Pengarah BPIP Dr. Lia Kian, Direktur Pembudayaan BPIP Irene Camelyn Sinaga, serta Martha Maya dan Puji Nur Firman.

Pada kegiatan yang juga dihadiri tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, OKP, dan ormas setempat itu,  Lia Kian menegaskan mengenai pentingnya merajut kebersamaan dan mengawal Pancasila dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. “Pancasila, sila-silanya memiliki banyak aspek dan nilai-nilai spiritual, tapi pasca-reformasi mulai hilang,” katanya.

Tapi ia merasa bersyukur bahwa di Kabupaten Landak yang sarat keberagaman, nilai-nilai dan sila-sila Pancasila telah dijaga dan diaplikasikan terutama oleh kaum milenial, sehingga tidak ada tawuran remaja dan tidak ada penyalahgunaan narkoba. Karena itu ia berharap Kabupaten Landak menjadi icon Kalbar sebagai kabupaten yang selalu menjaga nilai-nilai Pancasila

Sementara itu, Irene Camelyn Sinaga menyatakan bahwa selama ini Pancasila hanya dikenal di lima jari dan ucapan saja. Karena itu ia berharap di Kabupaten Landak terbentuk beragam komunitas, misalnya komunitas dalam bermedia sosial yang menyebarluaskan ajaran dan nilai-nilai Pancasila.

Dalam sesi tanya jawab, Irene merasa kagum dan bangganya melihat antusiasme dan kekritisan kaum milenial Kabupaten Landak dalam menyampaikan pendapat, pertanyaan, dan saran mengenai Pancasila. Mereka tanpa ragu menyampaikan hal-hal itu yang dijawab tuntas oleh Puji Nur Firman, yang menyampaikan paparan berjudul “Pancasila Energi Pemuda”.

Pemerintah Kabupaten Landak dan Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Landak menyambut positif kegiatan workshop tersebut. Bupati Landak dr Karolin Margret Natasa mengemukakan, Pancasila digali dari budaya asli Indonesia dan falsafah hidup orang Dayak menjadi salah satu sumber inspirasi Pancasila. “Karena itu tidak ada orang Kalimantan yang mengingkari Pancasila,” ujar Karolin.

Kaum milenial, terutama di Landak, kata Karolin menghadapi tantangan jauh lebih berat dari tantangan sekarang. Mereka harus memiliki kecerdasan menghadapi dunia maya, misalkan postingan-postingan hoax. “Kaum milenial agar menjadi motor penyebaran berita-berita positif,” ucapnya berharap, seraya minta agar pembinaan kepada generasi muda ditingkatkan.

Pada kesempatan terpisah, Ketua DPRD Kabupaten Landak, Heri Saman,  menyambut hangat kehadiran Tim BPIP ke Kabupaten Landak, dan mengapresiasi kegiatan workshop itu. “Kalau perlu agendakan kegiatan seperti itu hingga ke tingkat kecamatan,” kata Heri Saman ketika menerima kunjungan silaturahmi Direktur Pembudayaan BPIP Irene Camelyn Sinaga yang didampingi Martha Maya, di Kantor DPRD Kabupaten Landak, di Ngabang, Selasa (29/1).

Heri Saman yang juga  Ketua Dewan Adat Dayak ini menilai keberadaan BPIP sangat penting untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai arti penting mutiara Pancasila.

Penulis: Taufik Alwie

 

 

article bottom ad