Home Aneka Aksi Reuni 212, Bagaimana Jika Habib Rizieq Hadir?

Aksi Reuni 212, Bagaimana Jika Habib Rizieq Hadir?

SHARE
article top ad

Jakarta, MB – Ketua Presidium Alumni 212 Slamet Ma’arif menyatakan belum bisa memastikan Rizieq Shihab akan hadir secara langsung atau hanya lewat sambungan video dalam aksi reuni 212. Menurut Slamet kemungkinan Rizieq hadir selalu terbuka.

“Belum ada kepastian sampai saat ini, tapi kesempatan untuk itu selalu terbuka,” ujar Slamet Ma’arif pada Rabu 29 November 2017.

article inline ad

Rizieq sejak akhir April 2017 lalu pergi dari Indonesia usai ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan konten pornografi terkait percakapan mesum. Ketika itu, Rizieq beralasan umrah, namun sejak itu pula ia tak pernah kembali ke Tanah Air sampai hari ini.

FPI sebelumnya menyatakan, imam besar mereka, Rizieq akan menyampaikan ceramah secara langsung melalui layanan live streaming pada peringatan satu tahun aksi 212.

Meski belum ada kepastian, namun Slamet memastikan jika nanti ada konfirmasi kehadiran Rizieq, Presidium Alumni 212 akan menerjukan penjagaan ketat.

“Kalau sudah ada kepastian, kita akan turunkan pengamanan mulai dari bandara. Pasti kita akan siapkan pengamanan,” kata juru bicara Front Pembela Islam (FPI) itu.

Adapun terkait aksi reuni 212 nanti, Slamet mengatakan, Presidium Alumni 212 menjamin keamanan dan kebersihaan saat aksi reuni 212 yang rencananya akan digelar di pelataran Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat tersebut. Untuk menjamin hal itu, Presidium Alumni 212 telah menyiapkan ribuan personel untuk menjaga keamanan dan kebersihan.

Presidium Alumni 212 mengklaim total ada 3.500 personel dari laskar-laskar ormas yang tergabung di dalamnya. Sementara 500 orang juga akan diturunkan untuk menjaga kebersihan di lokasi acara.

“Ada sekitar 3.500 orang untuk pengamanan. Ditambah bantuan dari Polda yang akan menurunkan ribuan personel. Untuk kebersihan juga ada lima ratus orang. Insya Allah kami menjaga tetap bersih dan kondusif,” ujar dia.

Berbeda dengan aksi tahun lalu, kali ini menurut Slamet, aksi 212 tidak memiliki ‘musuh bersama’. Tujuan utamanya adalah memanfaatkan momentum Maulid Nabi Muhammad SAW untuk kembali mempersatukan umat Islam se-Indonesia.

“Kami sebenarnya ingin mengaji dan mendengarkan ceramah saja, sekalian mempersatukan kekuatan dan persatuan umat muslim. Sekalian temu kangen, teman-teman sudah lama kan tidak ketemu, sudah setahun,” tuturnya.

Slamet juga mengklaim satu juta umat Islam akan memenuhi kawasan Monas. Namun ia tidak menutup kemungkinan jumlah massa akan bertambah, mengingat aksi 212 tahun lalu jumlah masa yang ikut melonjak sepuluh kali lipat dari prediksi panitia.

“Hanya prediksi berdasarkan laporan teman-teman di daerah. Tapi seperti tahun kemarin kan, siapa sangka akan membeludak seperti itu? Intelijen pun tidak menyangka,” ucap Slamet. (Mlk)

article bottom ad