Home Kada Prabowo Belum Pasti Maju Pilpres, Fahri Hamzah: Jokowi Paling Menonjol

Prabowo Belum Pasti Maju Pilpres, Fahri Hamzah: Jokowi Paling Menonjol

SHARE
article top ad

Jakarta, MB – Wakil Ketua DPP Partai Gerindra Ferry Juliantono menegaskan bahwa Prabowo Subianto belum mendeklarasikan diri untuk maju sebagai calon presiden pada Pemilu 2019.

“Pak Prabowo sendiri belum menyatakan kesediaannya untuk maju loh, ingat,” ujar Ferry seusai acara diskusi di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu 5 Agustus 2017.

article inline ad

Ia menyatakan bahwa dorongan agar Prabowo Subianto maju di Pilpres 2019 berasal kader Gerindra sendiri.

Bagi partai berlambang kepala garuda itu, Pemilu 2019 masih terlalu jauh untuk dibicarakan saat ini.

Masih ada momen politik yang tidak kalah penting daripada Pilpres 2019, yakni Pilkada Serentak 2018.

Gerindra, tuturnya, akan fokus meraih kemenangan pada Pilkada 2018 terlebih dahulu ketimbang berbicara Pilpres 2019.

“Gerindra beranggapan penting memenangkan pilkada, khusus di Jawa, karena jumlah penduduknya terbesar dan punya korelasi langsung terhadap pendulangan suara,” kata dia.

Sementara itu, menanggapi banyaknya dukungan partai terhadap Presiden saat ini Joko Widodo untuk maju lagi sebagai capres di Pilpres 2019, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fahri Hamzah menilai itu sebagai hal yang wajar.

Sebab, Fahri menilai, saat ini Jokowi sebagai petahana memang merupakan calon yang paling berpeluang untuk kembali terpilih menjadi presiden.

“Sepertinya sejak awal Pak Jokowi di antara semua calon yang menonjol dan paling dominan,” kata Fahri Hamzah di Cibubur, Jakarta Timur, Minggu 6 Agustus 2017.

Terbaru, Partai Hanura mengukuhkan dukungan ke Jokowi dalam rapat pimpinan nasional Jumat 4 Agustus lalu. Partai Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan telah terlebih dulu menyatakan dukungannya.

Bahkan, Partai Perindo yang selama ini kerap mengkritik pemerintah, juga berencana memberi dukungan ke Jokowi pada 2019.

“Tantanganya untuk parpol lain, relevan enggak jadi pesaing Pak Jokowi? Bawa ide baru apa? Pak Jokowi sudah kelihatan bangun sana, bangun sini. Sekarang mau datang, apa idenya?” kata Fahri.

“Kalau tidak kuat, ya mendingan Pak Jokowi,” ucap dia.

Fahri menilai, elite politik yang saat ini hendak menantang Jokowi pada 2019 harus mulai kritis terhadap pemerintah. Dengan begitu, publik bisa membuka mata untuk mereka.

“Saya ingin elite berdebat menunjukkan pandangan yang berbeda, parpol yang tidak suka dengan Pak Jokowi berbicara tajam, tunjukkan perbedaan dan falsafah pandangan dalam menyelesaikan persoalan,” kata dia.

Menurut Fahri, Prabowo Subianto yang hendak diusung Partai Gerindra pada 2019 mendatang, juga belum cukup kritis terhadap pemerintah. Ia menyarankan agar Prabowo mulai vokal menyuarakan kritik dan masukannya.

“Biar publik bisa lihat bedanya. Sebab kalau Pak Prabowo banyak diam, publik akan melihat sama saja. Ini Pak Prabowo harus lebih kritis, konstruksi pemikiran harus dibangun. Enggak boleh Senin-Kamis, harus rutin,” ungkapnya. (Mlk)

article bottom ad