Home Angkara Bongkar Kejahatan Berantai, Polres Tangerang Bekuk 6 Pengedar Narkoba

Bongkar Kejahatan Berantai, Polres Tangerang Bekuk 6 Pengedar Narkoba

SHARE
article top ad

Tangerang, MB – Angota Unit Sat Resnarkoba Polres Metro Tangerang berhasil membekuk pengedar narkoba. Tersangka berinisial KS itu diduga melakukan transaksi narkotika jenis sabu dan ganja. Saat ditangkap, polisi menemukan bersamanya barang bukti berupa 11 paket sabu dan satu bungkus ganja.

Dilansir dari rilisnya, Senin, 7 Agustus 2017, tim dari Polres Metro Tangerang awalnya mendapat pengaduan dari masyarakat, bahwa pada Sabtu 5 Agustus, sekitar pukul 18.30 Wib, telah terjadi transaksi narkoba di daerah Karang Tengah.

article inline ad

Polisi pun bergegas ke lokasi dan menangkap tangan pelaku. Selanjutnya setelah dilakukan interogasi atas tersangka KS, polisi melakukan pengembangan penyelidikan ke Kecamatan Karang Tengah dan kembali menangkap tersangka lainnya, AD, bersama barang bukti 5 paket narkotika jeni sabu.

Tersangka AD mengaku memperoleh barang haram tersebut dari HR di daerah Cengkareng, Jakarta Barat.

Kemudian pada Minggu, 6 Agustus, sekitar pukul 15.00 Wib, polisi kembali menangkap tersangka SD dan SR di Cengkareng. Polisi menyita barang bukti berupa dua paket sabu. Kedua tersangka mengkau mendapat barang itu dari HD di lokasi yang sama, Cengkareng.

Polisi tak berhenti sampai di situ. Di hari yang sama, setelah mendapat informasi baru tersebut, tim Sat Resnarkoba Polres Metro Tangerang di bawah pimpinan AKP Riyanto melakukan pengejaran terhadap tersangka HD.

Pada sekitar pukul 17.30, polisi berhasil membekuk HD di dekat RSUD Cengkareng bersama barang bukti 4 bungkus sabu dengan berat bruto 400 gram dan satu pucuk senjata api jenis revolver beserta satu timbangan elektrik.

HD mengaku mengaku telah melakukan aksinya, jual beli narkotika selama 10 tahun. Ia mengatakan pada akhir Juli 2017, telah membeli sabu sebanyak 5 kg dari WW yang diketahui merupakan penghuni lapas di Jakarta.

Keenam tersangka pengedar narkoba tersebut terancam dijerat dengan pasal 112 dan 114 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun maksimal 20 tahun penjara hingga pidana mati. (Uje)

 

article bottom ad