Home Asia Serangan Bom Bunuh Diri Masjid Syiah Afghanistan, 30 Jemaah Tewas

Serangan Bom Bunuh Diri Masjid Syiah Afghanistan, 30 Jemaah Tewas

SHARE
article top ad

Herat, Afghanistan, MB – Sebuah serangan bom bunuh diri berlangsung di Masjid Syiah, sebelah barat Provinsi Herat, Afganistan, pada Selasa, 1 Agustus 2017. Serangan itu menewaskan sedikitnya 30 jemaah dan melukai 63 korban lainnya.

Menurut keterangan pejabat setempat kepada media, lebih dari 60 orang diyakini cedera. Sebagian besar korban dilarikan ke rumah sakit utama di Kota Herat, ibu kota provinsi.

article inline ad

Terdapat kesimpang siuran soal jumlah korban. Juru bicara gubernur Jalani Farhad mengatakan, jumlah korban tewas akibat serangan bom tersebut lebih dari 50 orang.

Sementara Mehdi Hadid, seorang anggota parlemen dari Herat, yang mengunjungi lokasi kejadian usai ledakan mengatakan kepada kantor berita Associated Press bahwa aksi bom bunuh diri tersebut sangat mengerikan. Hadid memperkirakan sedikitnya 100 orang tewas dan banyak korban tercecer, sementara itu korban luka berserakan di sekitar Masjid Jawadia.

“Peristiwa yang berlangsung pada pukul 20.00 waktu setempat (15.30 GMT) itu dilancarkan oleh seorang teroris di distrik Kota Herat teraman ketiga,” kata juru bicara kepolisian Herta, Abdul Ahad Walizada.

Dia menambahkan, “Berdasarkan informasi sementara yang kami dapat, dua teroris terlibat dalam serangan tersebut. Salah satu dari keduanya mengenakan rompi berisi bahan peledak untuk bunuh diri. Sedangkan pelaku kedua membawa senjata tempur. Keduanya tewas di tempat.”

Serangan bunuh diri di Masjid Syiah Afganistan ini, menurut informasi, berlangsung di saat sekitar 300 jemaah masjid sedang menjalankan salat isya.

Iran dan Turki mengutuk keras serangan mematikan atas serangan ke masjid Syiah Afganistan, Selasa, 1 Agustus 2017. Akibat aksi tersebut, sedikitnya 30 orang tewas dan 63 lainnya luka-luka.

Kementerian Luar Negeri Iran dalam pernyataannya kepada media mengatakan, Iran mengucapkan belas ungkawa sedalamnya kepada pemerintah dan bangsa Afganistan serta keluarga korban akibat serangan brutal teroris.

Selanjutnya, Menteri Luar Negeri Iran Bahram Qassemi mendesak masyarakat internasional memberikan dukungan kepada Afganistan melawan kekerasan.

“Setelah beberapa dekade sakit dan menderita atas kemiskinan rakyat Afganistan, saatnya negara-negara di kawasan dan organisasi internasional menunjukkan upaya mengakhiri kekerasan bersama pemerintah dan bangsa Afganistan,” ucapnya.

Dalam pernyataan itu juga disebutkan komitmen Iran mendukung Afganistan melawan kekerasan dan terorisme.

Turki juga menyatakan mengutuk keras aksi barbar terhadap jamaah masjid.

“Turki menyampaikan turut berduka cita kepada pemerintah dan saudara-saudara kami di Afganistan,” bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri Turki.

Sementara itu Taliban, kelompok perlawanan terhadap pemerintah Afganistan, menolak mengaku bertanggung jawab atas serangan mematikan ke Masjid Syiah tersebut. “Kami tidak bertanggung jawanb terhadap serangan mematikan itu,” kata juru bicara Taliban Afganistan, Qari Yousaf Ahmadi.(Mlk)

 

article bottom ad