Home Budaya Meski Buta, Wanita-wanita Berhijab Ini Mampu Bius Dunia dengan Musik Orkestra

Meski Buta, Wanita-wanita Berhijab Ini Mampu Bius Dunia dengan Musik Orkestra

SHARE
article top ad

Kairo, Mediabhayangkara.co.id – Para wanita berhijab di Mesir bergabung dalam satu kelompok orkestra musik klasik bernama Al Nour Wal Amal. Penampilan mereka selalu mendapat perhatian dan menuai banyak pujian.

Apakah gerangan yang membuat kelompok ini begitu fenomenal?

article inline ad

Teranyata Al Nour wal Amal merupakan asosiasi yang menciptakan orkestra pertama Wanitadunia dengan semua anggotanya memakai hijab dan tuna netra.

Hebatnya, para wanita asal Kairo itu hanya mengandalkan ingatan mereka untuk mempelajari komposisi rumit saat memainkan musik klasik seperti Mozart, Brahms, Strauss, atau Tchaikovsky.

Para wanita berhijab dan buta itu ahli dalam bermain instrumen seperti biola, chello, hingga suling.

Dikatakan, karena tidak bisa melihat, mereka dilatih agar bisa mengingat setidaknya 45 komposisi saat konser.

Asosiasi Al Nour wal Amal didirikan pada 1954, menjadi lembaga non-pemerintah pertama di Timur Tengah yang membantu para wanita tuna netra. Hingga hari ini, para wanita yang tergabung dalam orkestra tersebut mendapat perawatan, pendidikan, latihan kejuruan, kesempatan kerja, serta berpeluang mendapatkan kerja yang baik di masyarakat.

Salah satu pencapaian yang luar biasa adalah pembentukan orkestra musik klasik ini. Mulai dari 15 anggota awalnya kita telah berkembang menjadi 48 kelompok yang sering konser di lima benua.

Para anggotanya belajar mulai dari membaca komposisi musik dalam huruf braille dan menghapalnya. Mereka berlatih hingga bisa melakukannya dengan benar.

Kelsulitan terbesar adalah saat mereka harus tampil dalam sebuah grup. Mereka tidak bisa melihat sekitar termasuk konduktor saat konser berlangsung. Untuk itu, mereka harus bergantung pada ketukan dan pemandu vokal konduktor agar permainan mereka tepat pada waktunya.

Salah satu pemain biola anggota dari Al Nour wal Amal, Shaimaa Zakaria, menceritakan caranya bermain alat musik selama konser.

“Telingaku tahu bahwa setelah nada ini, ada instrumen ini, aku akan mulai bermain. Jadi kami juga merasakan musiknya. Aku tidak berpikir ada tantangan khusus hanya karena aku tidak bisa melihat, tapi aku bisa memberitahu Anda bahwa kita sampai pada sebuah titik di mana kita bisa bermain simfoni klasik tanpa catatan, itu sesuatu yang tak dapat dilakukan oleh musisi lainnya,” ujar Shaimaa kepada Because Magazine.

Saat tampil di konser, para wanita ini biasanya memakai jilbab putih dan baju hitam. Tak hanya wanita dewasa, ada pula para gadis-gadis belia yang bergabung.

Banyak pihak yang memuji orkestra ini dan tidak percaya kalau para wanita itu benar-benar buta. (Hend)

article bottom ad