Home Tribrata Jadi Kapolda Metro Jaya, Idham Azis Dihadapkan Sejumlah ‘Pekerjaan Rumah’

Jadi Kapolda Metro Jaya, Idham Azis Dihadapkan Sejumlah ‘Pekerjaan Rumah’

SHARE
article top ad

Jakarta, Mediabhayangkara.co.id – Inspektur Jenderal Idham Azis resmi menjadi Kapolda Metro Jaya yang baru. Idham dilantik hari ini, Rabu, 26 Juli 2017, oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian menggantikan Irjen Mochamad Iriawan yang dipercaya menjadi Asisten Kapolri bidang Operasi.

Mutasi ini berdasarkan Keputusan Kapolri Nomor KEP/756/VII/2017 yang diedarkan lewat surat telegram rahasia Kapolri Nomor ST/1768/IV/2017 pada 20 Juli 2017 lalu.

article inline ad

Sebelumnya, Idham menjabat Kepala Divisi Profesi dan Keamanan Polri.

Seperti dilansir dari laman CCNIndonesia, nama Idham telah dikenal dalam aksinya memberantas jaringan teroris. Ia adalah rekan satu tim Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat di Detasemen Khusus 88 Antiteror.

Idham masuk dalam tim penyergap yang menewaskan gembong teroris Dr Azhari di Batu, Jawa Timur tahun 2005 silam.

Bersama Tito, Irjen Petrus Reinhard Golose (Kapolda Bali), dan Rycko Amelza Dahniel (Gubernur Akademi Kepolisian), Idham pernah mendapat penghargaan dari Kapolri Jenderal Sutanto atas prestasinya menangani kasus bom bali II.

Di Densus 88, Idham pernah dipercaya menjadi Kepala Subdetasemen Investigasi sebelum menjadi Wakil Kepala Datasemen Khusus 88 Antiteror Polri di mana Tito menjadi kepalanya.

Sempat menjadi Direktur Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Mabes Polri, Idham kemudian dipercaya menjadi Kepala Kapolda Sulawesi Tengah pada 2014. Saat itu Sulteng, khususnya Poso adalah daerah rawan di mana kelompok radikal Majelis Mujahidin Indonesia Timur pimpinan Santoso bercokol.

Sejumlah pengikut Santoso ditangkap saat Idham bertugas di sana melalui Operasi Camar Maleo I hingga IV. Februari tahun lalu ia kemudian ditarik lagi ke Jakarta untuk menjadi Inspektur Wilayah II Inspektorat Pengawasan Umum Polri sebelum menjadi Kepala Divisi Propam dan Kapolda Metro Jaya saat ini.

Di wilayah Polda Metro Jaya, Idham sebelumnya pernah dipercaya menjadi Kapolres Jakarta Barat dan Direktur Reserse Kriminal Umum.

Setelah dilantik, penanganan setumpuk kasus yang belum tuntas di era kepemimpinan Iriawan pun akan menjadi pekerjaan rumah bagi Idham. Di antaranya, dugaan percakapan berkonten pornografi antara pentolan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab dan Ketua Yayasan Solidaritas Keluarga Cendana Firza Husein serta serang teror terhadap penyidik KPK Novel Baswedan.

Namun, Idham Azis tampak belum mau bicara banyak terhadap awak media. Usai dilantik, mantan Wakil Kepala Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri itu menolak diwawancarai dan langsung meninggalkan Mabes Polri untuk menuju Markas Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan.

“Nanti saja. Saya ada serah terima jabatan lagi di Polda Metro Jaya,” kata Idham. (Mlk)

article bottom ad