Home Politika Dicap ‘Menteri Super’ dan Tangan Kanan Presiden, Ini Tanggapan Luhut Pandjaitan

Dicap ‘Menteri Super’ dan Tangan Kanan Presiden, Ini Tanggapan Luhut Pandjaitan

SHARE
article top ad

Jakarta, Mediabhayangkara.co.id – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan telah kerap dianggap sebagai menteri yang suka mencampuri urusan kementerian lain atau urusan politk kekuasaan di luar tanggung jawabnya.

Menanggapi hal tersebut, Luhut menampik bahwa dirinya seringkali mengerjakan hal-hal yang berada di luar tanggung jawabnya. Menurutnya, menyelesaikan masalah pemerintahan harus secara terintegrasi dengan seluruh kementerian.

article inline ad

Ia menolak disebut sebagai “super minister” karena kerap mengurusi masalah di luar bidang kemaritiman.

“Ya sebenarnya kalau mau menangani secara terintegrasi pasti terkait dengan seluruh kementerian. Kelemahan kita selama ini tidak terintegrasi. Padahal banyak masalah yang harus diselesaikan,” ujar Luhut dalam acara “Satu Meja” di Kompas TV, Senin 24 Juli 2017 malam.

Luhut juga punya pandangan jika banyak kalangan yang melihat dirinya sebagai tangan kanan Presiden Joko Widodo.

Selama ini, lanjut Luhut, posisinya tidak jauh berbeda dengan menteri-menteri lain di Kabinet Kerja dalam melaksanakan visi misi pemerintah.

Presiden Jokowi telah memberikan parameter bagi seluruh menteri untuk mengerjakan tugasnya, sehingga keputusan yang dia buat tidak selalu menunggu persetujuan Presiden Jokowi.

“Kurang betul lah itu. Saya hanya pembantu Presiden yang memberikan masukan kepada Presiden dan melaksanakan visi misinya presiden. Itu saja,” kata dia.

Mantan Menko Polhukam itu seringkali muncul sebagai perwakilan pemerintah dalam menyelesaikan urusan politik maupun non-politik.

Sosoknya dinilai sebagai penyeimbang antara kekuatan partai koalisi dan oposisi di Pemerintahan Jokowi.

Luhut sempat menemui Ketua Umum MUI Ma’ruf Amin pada feburari silam, terkait kasus dugaan penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Selain itu, Luhut juga menjadi satu-satunya menteri yang mendampingi Presiden Jokowi saat bertemu dengan Ketua Umum Partai Gerindra dan rival politiknya saat Pemilu 2014, Prabowo Subianto. (Mlk)

article bottom ad