Home Nayakapraja Menpora Bekukan Anggaran Pramuka, Adhyaksa Dault Bantah Terlibat HTI

Menpora Bekukan Anggaran Pramuka, Adhyaksa Dault Bantah Terlibat HTI

SHARE
article top ad

Jakarta, Mediabhayangkara.co.id – Kementerian Pemuda dan Olahraha membekukan anggaran Pramuka sebesar Rp 10 miliar.

Kebijakan tersebut merupakan respons atas dugaan bahwa Ketua Kwartir Nasional Pramuka Adhyaksa Dault mendukung khilafah dan Hizbut Tahrir Indonesia.

article inline ad

Menanggapi hal tersebut, Adhyaksa mengatakan dirinya sudah pernah memberikan klarifikasi tertulis kepada Presiden Joko Widodo, Wapres Jusuf Kalla, Badan Intelijen Negara, termasuk ke Menpora Imam Nachrowi, terkait masalah ini.

Dia juga mengaku dalam berbagai kesempatan sudah melakukan klarifikasi di media televisi, koran, radio, media online dan media sosial. Adhyaksa menyatakan, dirinya hadir pada acara HTI tahun 2013 hanya sebagai undangan.

“Saya hadir di acara HTI itu tahun 2013, hanya sebagai undangan, bukan simpatisan, apalagi anggota, seperti halnya Pak Din Syamsuddin dan tokoh lainnya,” kata Adhyakasa dalam keterangan tertulis, Senin 24 Juli 2017.

Ia menegaskan bahwa baginya Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 sebagai dasar negara sudah final dan harus kita jaga. “Ini jelas, tegas, dan sikap saya sejak dulu,” ujar Adhyaksa.

Adhyaksa menduga, Menpora belum sempat membaca surat klarifikasi darinya dan juga tak mengikuti klarifikasi terbukanya yang sudah hampir dua bulan lalu diviralkan.

“Pak Imam Nahrowi sebagai Menpora, saya mengerti kesibukan pejabat tinggi negara seperti beliau orang terpandang di negeri ini, sehingga mungkin menurutnya seharusnya saya menghadap beliau secara khusus dan langsung menjelaskan panjang lebar dan minta restu dan maaf padanya,” ujar Adhyaksa.

Demi kepentingan gerakan Pramuka, Adhyaksa menyatakan dia siapbertemu Menpora. Ia tak ingin masalah pribadinya dicampurkan dengan kepentingan Pramuka.

“Ke depan saya siap menghadap jika diminta menghadap olehnya, agar kegiatan Raimuna Nasional yang akan dihadiri oleh 15.000 Pramuka penegak dan pandega yang akan hadir di Jakarta tiga minggu lagi bisa terlaksana dan juga tak dicampuradukan lagi berlarut-larut antara kepentingan Pramuka dengan hal pribadi,” ujar Adhyaksa.

Saat ditanya apa dampak pembekuan anggaran ini, Adhyaksa menyatakan akan menunggu perkembangan selanjutnya. “Kita lihat saja, enggak usah dibekukan. Ini kan kita mau ada Raimuna, kita lihat saja dulu,” ujar dia. (Mlk)

article bottom ad