Home Liputan Utama Bawa Kabur Uang Nasabah, Bos Pandawa Group Ditangkap di Tangerang

Bawa Kabur Uang Nasabah, Bos Pandawa Group Ditangkap di Tangerang

SHARE
article top ad

Tangerang, Mediabhayangkara.co.id – Kepolisian Daerah Metro Jaya dikabarkan telah menangkap bos investasi bodong Pandawa Group Salman Nuryanto di kawasan Tangerang, Banten, Senin dini hari, 20 Februari 2017.

Salman diduga kabur setelah menggelapkan duit nasabah Pandawa Group mencapai Rp 3,8 triliun dari 549 ribu nasabah.

article inline ad

Bekas leader Pandawa Group Mukhlis Effendi mengatakan telah mendengar infornasi tersebut. “Informasinya ditangkap. Sekarang saya sedang berada di Polda untuk mengkonfirmasi penangkapan itu,” kata Mukhlis demikian dikutip dari Tempo, Senin 20 Februari 2017.

Mukhlis sebelumnya melakukan gugatan perdata terhadap Pandawa Group ke Pengadilan Negeri Kota Depok, Kamis, 9 Februari 2017. Total kerugian yang digugat kepada bos Pandawa Group Salman Nuryanto mencapai Rp 400 miliar dari 2.900 nasabah. “Sebelumnya kami sudah dua kali somasi. Tapi, tidak ada itikat baik,” kata Mukhlis, yang mendampingi para korban penipuan.

Ia mengatakan, dana nasabah yang berada di tangan Salman mulai dari Rp 20 juta sampai Rp 1 miliar. Bahkan, ada gabungan nasabah yang dananya mencapai Rp 4 miliar, Rp 12 miliar dan Rp 80 miliar.

Mukhlis mengakui, pihaknya telah mendata 70 aset milik Salman yang berada di Jabodetabek, Jawa Tengah dan Jawa Timur, dengan total Rp 100 miliar. Aset tersebut terdiri dari tanah, rumah dan bangunan, vila dan aset lainya. “Termasuk mobil dan rekening,” ucapnya.

Dengan adanya gugatan ini, ia berharap Salman maupun pengacaranya mau bertanggung jawab. Pihaknya, akan terus melakukan upaya hukum untuk mengembalikan duit nasabah, yang sudah tertipu investasi bodong Pandawa Group. “Dari 2.900 nasabah yang melakukan gugatan bersama saya belum melaporkan ke polisi. Sebab, akan dituntut secara perdata dulu,” ujarnya.

Di awal Februari tahun ini, Kepolisian Daerah Metro Jaya dan Kepolisian Resor Metro Depok membuka posko pengaduan bagi korban dugaan penipuan investasi Pandawa Group. Posko dibuka setelah 173 nasabah koperasi tersebut melaporkan dugaan penipuan itu ke polisi.

Salah satunya Diana Ambarsari, 39 tahun. Dia mengaku mengalami kerugian sekitar Rp 293 juta sejak berinvestasi pada Februari 2016. Diana baru sadar tertipu setelah adanya pemberitahuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bahwa investasi yang ditawarkan Pandawa Group ilegal. “Jadi tidak ada pembayaran profit, tidak ada in dan out,” katanya.

Dalam menjalankan bisnis invetasinya, Pandawa Group diketahui menawarkan keuntungan investasi hingga 10 persen setiap bulan. Tapi tiba-tiba diturunkan menjadi 5 persen, dan pada Desember 2016 berhenti.

Salman Nuryanto menghilang sejak pemeriksaan oleh OJK pada November 2016. Berdasarkan catatan OJK dari seorang peneliti, dana yang dihimpun Pandawa mencapai Rp 3,8 triliun. Jumlah dana tersebut dikumpulkan dari 549 ribu nasabah Pandawa Group di seluruh Indonesia. Keterangan itu berbeda dengan pengakuan Nuryanto bahwa dana nasabah yang harus ia kembalikan sekitar Rp 500 miliar.

Awalnya, dugaan penipuan investasi ini dilaporkan ke Kepolisian Resor Metro Depok, namun dilimpahkan ke Polda Metro Jaya sejak ratusan korban datang ke sana untuk melapor. (Mlk)

article bottom ad