Home Nusantara Warga Perumahan Beranda Serpong Tolak Keterlibatan Pihak Pengembang

Warga Perumahan Beranda Serpong Tolak Keterlibatan Pihak Pengembang

SHARE
article top ad

Tangerang Selatan, Mediabhayangkara.co.id – Warga perumahan Beranda Serpong, Kelurahan Sarua, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan menolak pengolahan kembali fasos fasum yang selama ini diabaikan pihak pengembang.

Warga perumahan memasang spanduk di depan sebuah pos yang bertuliskan,”KAMI WARGA PERUMAHAN BERANDA SERPONG MENOLAK PENGELOLAAN KEMBALI AREAL FASUM DAN FASOS OLEH PT HANA KREASI SEJATI.”

article inline ad

Ketua Paguyuban Beranda Serpong Jonathan mengatakan pada Selasa, 14 Februari 2017, bahwa warga keberatan fasos fasum dikelola kembali karena developer memiliki maksud dan tujuan untuk memindahkan pos sekuriti lebih ke dalam sehingga mengubah site plan yang ada. “Kejadian pada pertengahan tahun 2012, Kita (warga) pernah buat kesepakatan dengan pihak developer,” ujarnya.

Tetapi, katanya, developer sendiri yang melanggar kesepakatan itu.

“Developer tetap berkeinginan pindahkan pos sekuriti lebih jauh ke dalam areal perumahan sehingga warga kembali merasa keberatan,” ujarnya lagi.

Jonathan menjelaskan, pada 2016, pihak developer berulang kali mengirim perwakilannya untuk minta persetujuan dan tanda tangan warga, dan warga Beranda Serpong menolak keinginan pihak developer tersebut.

Bahkan, somasi I, II yang dikirim pihak developer, sudah mendapat tanggapan dari warga.

Ia menyebutkan, sekarang ini, warga kembali menerima somasi III. Warga heran dengan dasar analisa dan penilaian seperti apa yang diinginkan pihak developer.

Masih menurut Jonathan, Perda No 3 Tahun 2014 tentang penyelenggaraan Perumahan Dan Kawasan Pemukiman, pada Pasal 25 sampai 28 sudah menjelaskan secara terinci dan menegaskan posisi warga.

Pasal 25 tentang serah terima parasarana, sarana dan utilitas, ayat (2) huruf (d) mengatakan penyerahan sepihak tanpa pengembang dapat dilaksanakan. Karenanya, pihak developer tidak bisa merubah site plan yang akan merugikan calon penghuni dan penghuni yang telah menempati.

“Kita  (warga) perumahan Beranda Serpong hanya meminta apa yang menjadi hak kita yang sudah ada di site plan dan ditandatangani pemda terkait, yaitu tahun 2008 sampai 2011,” ujarnya.

Ia menegaskan, hal itu harus dijalankan pihak developer.
Warga perumahan Beranda Serpong tidak berharap banyak, meskipun selama ini developer sudah meninggalkan perumahan dengan tidak membayar pemeliharaan fasos fasumnya.

Bahkan petugas sekuriti ditinggalkan begitu saja. “Semua yang sudah terjadi, kita (warga) tidak permasalahkan karena warga siap mengelolanya seperti sekarang yang telah kita lakukan,” pungkas Jonathan. (Lingga)

article bottom ad