Home Nusantara Pemkot Tangsel Gandeng Kementerian dan LSM Tangani Sampah Plastik

Pemkot Tangsel Gandeng Kementerian dan LSM Tangani Sampah Plastik

SHARE
article top ad

Tangerang Selatan, Mediabhayangkara.co.id – Sampah plastik adalah salah satu jenis sampah yang susah diurai. Karena itu, pemerintah Kota Tangerang Selatan menganggap penting upaya penanganan sampah jenis ini melalui kerja sama dengan berbagai pihak.

Pemkot Tangsel bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan lembaga Perkumpulan Ahli Lingkungan Indonesia dan Asian Pulp and Paper (APP), menggelar workshop penanganan sampah plastik.

article inline ad

Pelaksanaan workshop digelar di Aula Kantor Kecamatan Serpong Utara, Rabu, 8 Februari 2017. Acara dihadiri beberapa dinas terkait seperti dinas kebersihan dan tata kota, dinas Lingkungan Hidpu Kota, Forum Kota Sehat (FKS) dan perwakilan warga kelurahan. Workshop mengusung tema, “Program Pengurangan Polusi Plastik yang Berbasiskan Pelibatan Masyarakat”.

Narasumber yang dilibatkan antara lain Ketua Perkumpulan Ahli Lingkungan Indonesia Tri Edhi Budhis Soesilo, Kasubid Sampah Spesifik dan Daur Ulang Kementerian Lingkungan Hidup, Haruki Agustina, Plt Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangsel Mukhodas Syuhada dan Camat Serpong Utara Bani Khosiatullah.

Ketua Perkumpulan Ahli Lingkungan Indonesia, Tri mengatakan semangat untuk menjadikan Indonesia bebas Ssampah 2020 yang akan dilaunching pada 21 Februari 2017 oleh Presiden RI perlu diapresiasi.

“Dengan harapan, masyarakat tidak sembarangan membuang kantong plastik, tetapi melakukan penghematan dalam penggunaan kantong plastik itu. Sehingga  Indonesia tidak lagi menjadi negara penghasil sampah plastik,” kata Tri.

Sementara Kasubid Sampah Spesifik dan Daur Ulang Kementerian Lingkungan Hidup, Haruki Agustina, mengatakan bahwa sampah plastik adalah salah satu penyebab utama kanker pada tubuh manusia.

Seperti stereofoam yang sering digunakan untuk bungkus makanan. Hal ini dapat membahayakan tubuh kita terserang penyakit kanker.

“Kita secara kontinu mengkampanyekan dan mensosialisasikan kepada masyarakat, pentingnya pengurangan sampah plastik karena betapa bahayanya itu.”

Ia berharap, melalui kegiatan ini, masyarakat semakin memahami dan menyadari bahaya samppah plastik, sehingga meminimalisirkan penggunaan plastik kedepannya.

“Terutama, masyarakat tidak mudah membuang kantong plastik, sehingga ada  penghematan dalam penggunaannya secara berulang ulang dan Indonesia tidak lagi menjadi negara penghasil sampah plastik,” kata Haruki.

Hal senada disampaikan Suhartono Soekamto, pemimpin PT Indah Kiat Pulp and Paper. Ia menyatakan bahwa pihaknya mendukung kegiatan pengurangan sampah plastik.

“Sehingga apa yang menjadi tujuan kita bersama, Indonesia Bebas Sampah 2020 dapat terwujudkan,” ujarnya. (Lingga)

article bottom ad