Home Liputan Utama Sambangi Polda Metro, Ini Tujuan Antasari dan Adik Nasruddin Zulkarnaen

Sambangi Polda Metro, Ini Tujuan Antasari dan Adik Nasruddin Zulkarnaen

SHARE
article top ad

Jakarta, Mediabhayangkara.co.id – Antasari Azhar bersama adik Nasruddin Zulkarnaen dijadwalkan akan menyambangi Polda Metro Jaya pada Rabu, 1 Februari 2017 atau Kamis 2 Februari 2017. Mereka akan menemui sejumlah penyidik dan menagih hutang penyelesaian penyidikan terhadap dua kasus yang dilaporkan kuasa hukumnya pada 2011 silam.

“Kami ingin ketemu penyidik yang menangani laporan SMS gelap. Kami gugat 2013-2014, mereka berdalih masih mendalami dan tidak dihentikan gugatan itu. Setelah sekian lama itu, apa hasilnya,” kata Kuasa Hukum Antasari Azhar, Boyamin Saiman, Selasa, 31 Januari 2017.

article inline ad

Boyamin memastikan rencananya akan mendampingi langsung Antasari. Mereka akan mendatangai Subdit Cyber Crime yang menyelidiki laporan SMS palsu, dan Subdit Keaman Negara yang menyelidiki laporan sumpah palsu.

Untuk diketahui, pada 2013, Antasari mengajukan gugatan terkait fakta persidangan atas dirinya terkait SMS gelap. Isi pesan pendek tersebut didakwakan berasal dari telepon seluler milik Antasari. Pesan tersebut dikirim kepada Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasruddin Zulkarnaen awal Februari 2009.

Boyamin menilai pesan pendek yang menjadi bukti melemahkan kliennya tersebut telah merugikan. Antasari bahkan bersikeras membantah pernah mengirim pesan dimaksud.

Antasari sendiri divonis penjara selama 18 tahun di Lembaga Pemasyarakatan Pria Klas 1 Tangerang karena dianggap terbukti membunuh Nasruddin.

Selanjutnya laporan terkait sumpah palsu. “Soalnya ada yang mengaku melihat SMS itu. Kalau gak kena, pasti salah satu. Kalau SMS tak ada berarti ada yang sumpah palsu, kalau memang ada yang melihat, berarti ada yang menyalahgunakan SMS itu,” kata Boyamin.

Boyamin mengatakan salah satu janji dari kepolisian saat itu adalah akan segera memerika Antasari terkait hal tersebut di Lembaga Pemasyarakatan. “Belum dilaksankan sampai sekarang. Ya kami nanti datang sekalian saja diperiksa sebagai saksi korban,” kata Boyamin.

Ia menyayangkan sikap polisi yang menyatakan masih kekurangan barang bukti untuk mendalami hal ini dan terkesan tak mau mencari bukti lain.

“Yang nyari (alat bukti seharusnya) ya polisi. Saya akan datang dengan tangan kosong,” kata Boyamin.

Adapun Antasari dinyatakan bebas bersyarat pada Kamis, 10 November 2016. Sejak ditahan pada 2010, Antasari mendapat remisi 4,5 tahun dari Presiden Joko Widodo. (Mlk)

article bottom ad