Home Kesehatan Ingin Langsing dengan cara sehat ?

Ingin Langsing dengan cara sehat ?

SHARE
article top ad

Mediabhayangkara.co.id – Perempuan mana yang tidak menginginkan tubuh yang langsing, indah dan sehat seperti layaknya artis2 dan penyanyi perempuan yang cantik dan terkenal ? Seperti : Katty Pery, Dian Sastrowardoyo, atau bahkan yang sudah punya cucu tapi masih seperti anak gadis? Seperti Dona Harun.

Problem utama Perempuan masa kini adalah kegemukan  atau obesitas. Obesitas semakin meningkat seiring dengan tingkat kemakmuran yang ditandai dengan kenaikan konsumsi / asupan konsumsi makanan / kalori per kapita masyarakat perkotaan, dengan semakin mudah memperoleh dan banyaknya ragam makanan dan minuman disekitar kita dangan cara cepat atau fastfood. Dokter Oji, seorang pakar kesehatan, membuka kiat-kiatnya untuk Ibu-ibu, bapak-bapak , dan ABG yang sudah kelebihan berat badan yang berminat ingin langsing. Berikut kiat-kiat dan jurus hebat ala dokter Oji disebut “Panca Karsa” :

  1. Pertimbangkan baik-baik asupan makanan kita konsumsi. Makanan berkalori tinggi makan tinggi kadar gula dan natrium (asin), gorengan, berlemak tinggi. Kalau terpaksa dikonsumsi cukup sebatas icip-icip saja. Jumlah kalori yang masuk jika tidak sebanding dengan kalori yang dibuang ditumpuk oleh tubuh menjadi lemak. Alangkah lebih baik jika kita makan sayur dan buah dari pada asupan berkalori tinggi. Jumlah asupan Makan dan minum kita, bila berlebih itu berarti kita sedang menabung kalori (lemak) didalam tubuh kita. Pilah juga pilih makanan yang masuk, lebih baik cara masak dengan cara di kukus, rebus atau bakar. Dengan di goreng akan menggandakan jumlah kalori, dan bila terpaksa digoreng gunakan minyak yang sangat sedikit atau ditumis dan pilih minyak yang baik untuk tubuh seperti canola oil atau minyak zaitun.
  2. Lebih baik makanan yang kita konsumsi dalam porsi kecil atau sedikit-sedikit, dibanding sekaligus dalam jumlah banyak (kenyang). Akan lebih baik kita konsumsi makanan kita jadi enam kali (misalnya jam 6, 9, 12, 3, 5, 7) dari pada tiga kali (misalnya 6, 12 dan 6). Konsumsi dari pagi sampai siang hari lebih banyak dibanding sore hari, artinya semangkin sore konsumsi semakin sedikit atau menurun jumlahnya. Pencernaan kita punya kemampuan terbatas. Karena kebutuhan asupan tubuh yang tinggi pada saat pagi seperti “saklar tubuh” atau tombol On/Off kebutuhan saat pagi adalah yang terbesar karena menopang kebutuhan kalori anda dalam sehari. Dan 5 jam sebelum tidur hindari kalori tinggi yang masuk.
  3. Tingkatkan metabolisme kita dengan Olah raga dan aktivitas fisik kita sehari-hari untuk membakar timbunan lemak yang sudah “banyak” dan “lama” kita tabung. Olah raga yang ringan dengan durasi dan program yang baik dapat membakar timbunan lemak dari pada olah raga berat dengan durasi singkat. Demikian juga aktivitas fisik sehari-hari diusahakan terus berlangsung simultan seperti : memindahkan, mengangkat barang-barang pribadi seperti baju, buku, kursi, barang portable yang bisa dilakukan sendiri (tidak meminta pembantu atau orang lain). Bisa juga melakukan olah raga jari tangan dan kaki seperti meremas, menggosok, memukul, memijat jari-jari dan pergelangan tangan dan kaki kita. Karena pembakaran lemak membutuhkan proses yang panjang dan tidak singkat.
  4. Tidur yang cukup dan berkualitas. Sekitar 6 sd 8 jam dengan tidur yang nyenyak atau dengan kualitas yang baik. Buat suasana tidur yang nyaman dan tentram. Ini mengurangi stress tubuh atau peningkatan hormon kortisol (hormon stress) yang bisa meningkatkan metabolisme penyerapan tubuh terhadap makanan yang kita konsumsi sehari-hari.
  5. Berdoa, bersyukur atas karunia hidup kita, bersemangat dan bergembira menjalani hidup dengan pola hidup yang sehat.
article inline ad

Lima aktivitas (Panca Karsa) yang diuraikan oleh dokter Oji tersebut secara ringkas dapat dibagi dua yaitu :

  1. Mengatur asupan , dengan mengkonsumsi makanan tidak melebihi kebutuhan aktivitas fisik kita (bahkan menguranginya sampai batas minimun kebutuhan). Disebut “pola IN”.
  2. Meningkatkan metabolisme, dengan berolah raga dan beraktifitas fisik sehari-hari. Disebut “pola OUT”.

Kedua pola IN-OUT tersebut jalankan dengan kesadaran, kegembiraan dan kebahagiaan atas karunia dan kesempatan yang diberikan Nya. Ubah pola hidup anda dari sejak dini, dan ini mengurangi resiko penyakit yang akan anda dapatkan.

Nara Sumber : dokter Oji, Pakar Kesehatan

Penulis : Hendra

Editor   :  M.Djanan

article bottom ad